TKN Yakin, Gugatan BPN Prabowo-Sandi Akan Ditolak Mentah-mentah di MK

Rayu, otonominews.co.id
Rabu, 22 Mei 2019 | 10:48 WIB


TKN  Yakin, Gugatan BPN Prabowo-Sandi Akan Ditolak Mentah-mentah di MK
Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan

JAKARTA, (otonominews) - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi Pilpres 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa dini hari (21/05/2019).

Mereka kemudian memutuskan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) setelah melakukan rapat internal, Selasa pagi di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan. "Menyikapi hasil dari KPU RI yang sudah mengumumkan hasil rekapitulasi nasional pada dini hari tadi. Rapat hari ini memutuskan bahwa paslon 02 akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," kata Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad

Dasco mengatakan pihaknya akan segera mempersiapkan materi gugatan. "Dalam tempo beberapa hari ini kami akan mempersiapkan materi sesuai dengan tenggat waktu yang ada untuk memajukan gugatan ke MK," ujarnya. 

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan mengapresiasi langkah BPN mengambil langkah untuk melakukan gugatan ke MK. "Kami mengapresiasi langkah yang diambil 02. Kami sangat menghormatinya. Karena memang hal itu yang seharusnya dilakukan oleh pihak 02. Menempuh jalur hukum itu adalah sebuah langkah yang positif. Langkah yang baik. Langkah yang menghargai demokrasi kita ini,"ujar Ade Irfan Pulungan pada otonominews Rabu (22/05/2019).

Lebih jauh Ade Irfan Pulungan mengatakan, demokrasi punya koridor yakni hukum yang berarti semua harus menghormati hukum. "Negara Indonesia ini adalah negara hukum bukan negara suka-suka. Kita harus menjunjung tinggi hukum dan menghormati hak-hak orang lain. Jangan berteriak di jalanan, jangan memprovokasi rakyat, membuat hoaks tentang adanya kecurangan kecurangan. Tetapi kecurangan itu pun tidak bisa mereka buktikan denan fakta-fakta kebenarannya," paparnya. 

Pada intinya, menurut Ade Irfan Pulungan, TKN Siap dengan tuntutan apa pun. Karena, sejak dari 9 April sebelum pencoblosan, pihaknya sudah membuka posko pengaduan untuk persiapan di MK. "Sangat sangat Siap dan optimis. Yang jelas mereka harus bisa membuktikan dalil-dalil
kecuranhgan yang mereka sampaikan. Di dalam hukum itu, bila ada orang yang mendalilkan, dia harus bisa membuktikan. Jadi kalau mereka mandalilkan kecurangan, mereka membuktikan," tegas Ade Irfan Pulungan.

Ade Irfan Pulungan kembali menekankan, bahwa pihak 02 harus bisa meyakinkan majelis hakim di MK terhadap terhadap kecurangan yang mereka tuduhkan. "Kalau mereka tidak bisa membuktikan dalilnya, saya berkeyakinan, permohonan gugatan itu akan ditolak mentah-mentah oleh mejelis hakim. Pembuktian itu harus benar-benar secara meteriil. Tapi intinya kami siap, sangat-sangat siap dengan gugatan itu," pungkasnya.


ARTIKEL TERKAIT