Ternate Uji Kompetensi dan Sertifikasi Profesional Pariwisata

Wawan, otonominews.co.id
Rabu, 08 November 2017 | 12:25 WIB


Ternate Uji Kompetensi dan Sertifikasi Profesional Pariwisata
Pose bersama peserta Uji Kompetensi dan Sertifikasi Pariwisata Ternate, Rabu (8/11).

TERNATE (OtonomiNews.net) -  Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan LSP Pramindo menggelar sertifikasi kompetensi kerja sektor pariwisata, bidang pemandu wisata selam dan ekowisata, bertempat di Lokuna Dive Club, Pantai Jikomalalo, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara

Sertifikasi yang digelar selama dua hari tersebut, bekerja sama dengan Dinas pariwisata Kota Ternate, dan di ikuti oleh 100 peserta dari usaha selam se-kota Ternate serta para pemandu ekowisata, dengan enam orang assesor yang berkompeten. Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan SDM Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata, Baguslan Harahap dalam keterangannya kepada RRI usai membuka kegiatan sertifikasi mengatakan, sertifikasi ini merupakan kewajiban setiap tenaga kerja di bidang pariwisata agar kompeten di bidangnya.

"Acuannya ya undang-undang nomor 10 tahun 2009 yang didukung dengan peraturan pemerintah, dengan tujuan agar setiap usaha selama yang ada di seluruh Indonesia memiliki sertifikat kompetensi," ungkapnya di lokasi acara, Rabu (8/11).

Menurut Baguslan, Maluku Utara khususnya Ternate, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia. Untuk itu pihaknya akan mendorong peningkatan SDM sehingga lebih berkompeten sekaligus bisa bersaing.

"Bila SDM kita tidak kuat, maka kita akan kalah bersaing, sekalipun memiliki berbagai potensi pariwisata yang menakjubkan. Makanya kita mulai dari pelatihan dan uji kompetensi seperti ini, dengan harapan SDM yang ada di Ternate bisa lebih berkompeten lagi," jelasnya.

Sementara itu, John Edward Sidjabat, Ketua Umum PUWSI (Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia) mengatakan, kegiatan sertifikasi bertujuan agar bagaimana para pelaku usaha wisata selam ini bisa memandu dengan baik para tamu menyelam mereka baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

"Kita sebagai pemandu selam di Indonesia agar seragam dari Sabang sampai Merauke, bagaimana cara memandunya, standar yang harus digunakan, sehingga keselamatan tentunya lebih terjamin, dan dampaknya bila tamunya senang, maka meraka akan kembali lagi ke daerah kita," ujarnya.

"Jadi sertifikasi ini untuk memverifikasi kemampuan mereka. Kalau yang belum benar, ya kita perbaiki. Karena target kita diseluruh Indonesia, dan setelah dari Ternate, kita akan ke Bali juga untuk kegiatan yang sama," sambung John.

Pada kesempatan yang sama, Dedy Abdullah owner Dodoku Dive Center (DDC) Ternate mengatakan, kegiatan sertifikasi ini sangat penting guna mengukur kompetensi pelaku usaha selam di daerah agar lebih berkompeten di bidangnya sehingga mampu bersaing dengan daerah lainnya.

"Harapan kita, semoga dengan adanya sertifikasi ini, industri wisata bahari di kota Ternate dan Maluku Utara bisa lebih berkualitas lagi, sehingga mampu menarik wisatawan ke daerah ini," harapnya.

Kegiatan sertifikasi tersebut diikuti oleh tiga Dive Center Lokal yakni, Dodoku Dive Center (DDC) sebanyak 16 orang peserta yang terdiri dari dua instruktur, delapan dive master dan enam rescue, ditambah dari Shark Dive Indonesia (SDI) dan Nasijaha Dive Center (