APDESI Sulsel: Peran Uang Jadi Penentu Duduknya Anggota Legislatif

husnie, otonominews.co.id
Minggu, 18 September 2022 | 16:32 WIB


APDESI Sulsel: Peran Uang Jadi Penentu Duduknya Anggota Legislatif
Sekretaris DPD APDESI Sulsel Rusman Naba S.HI

MAKASSAR, (otonominews) -Sekertaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Sulawesi Selatan, Rusman Naba S.HI mengatakan, bahwa kondisi politik di Indonesia tidak lepas dari peran uang yang menjadi penentu duduknya anggota Legislatif.

”Tidak bisa kita pungkiri, saat ini masyarakat sudah materialistis dalam menentukan sebuah pilihan, hal itu terjadi saat momentum pemilihan kepala Desa hingga pemilihan kepala Daerah,” ujar Rusman dalam sebuah diskusi bertema “Pilkades Serentak” di Makassar, Sabtu (17/9/2022).

Dalam paparannya Daeng Naba sapaan akrab dari Rusman Naba, mengemukakan problematika dalam Pemilihan Kepala Desa, dimana politik uang masih menjadi noda yang sangat sulit dihilangkan.

Saat ini, kata Rusman Naba, tidak biasa dipungkiri Desa menjadi sebagai salah satu lumbung suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) yang sering berlangsung setiap 5 tahun sekali.

“Apalagi suara suara masyarakat didesa bisa mendongkrak suara politik,” tutur Rusman Naba yang juga mantan kepala Desa Bontoala.

Politikus Golkar itu pun menuturkan bahwa pemerintah Desa tidak bisa lepas dari keterlibatan sebuah politik.

”Jika berbicara apakah bisa hilang Politik di pemerintahan desa, saya rasa itu tidak mungkin,” tandasnya.

Daeng Naba juga mengungkit bahwa budaya Siri’ Na Pacce juga sudah hilang dalam kultur masyarakat akibat politik uang ini.

“Tena siri’ na pacce, mingka punna sibi’, nia’ paccena (Tiada rasa malu dan rasa kemanusiaan akan tetapi jika uang 100 muncul rasa kemanusiaan),” ucapnya.

Selain itu, Daeng Naba juga mengungkit penggunaan dana desa yang diatur oleh pemerintah setempat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), yang seharusnya menjadi hak penuh kepala desa untuk mengaturnya.