Stabilkan Harga Telur, Pemprov Sulsel Harap Peternak dan Pengusaha Pakan Jalin Komunikasi

Wie, otonominews.co.id
Jumat, 02 September 2022 | 17:13 WIB


Stabilkan Harga Telur, Pemprov Sulsel Harap Peternak dan Pengusaha Pakan Jalin Komunikasi
Kepala Dinas PKH Sulsel Nurlina Saking

MAKASSAR,  (otonominews) – Kenaikan harga telur yang cukup signifikan beberapa hari terakhir, direspon cepat oleh Pemprov Sulsel. Salah satunya melalui Dinas Peternakan yang  menggelar  Forum Group Discussion (FGD) bersama  Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Ichsan Mustari di Toraja Lounge Kantor Gubenur Sulawesi Selatan, Jumat (2/9/2022). 

FGD ini dihadiri beberapa unsur terkait baik dari kalangan pemerintahan maupun unsur  swasta diantaranya tim ahli TGUPP Bidang Peternakan, Staf Khusus Gubernur Prov Sulsel, Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perunggasan, Ketua Pinsar Sulawesi Selatan, PT Charoen Pokhpand Indonesia Tbk dan PT Japfa Comfeed Indonesia.
Asisten II Pemprov Sulsel Ichsan Mustari mengatakan pihaknya telah melakukan diskusi penyebab kenaikan harga telur dalam sepekan terakhir. Saat ini diakui harga sudah mulai stabil. 

“Kami telah diskusi tadi dengan forum peternak dengan BPS dengan peternakan dengan tim ahli Gubernur mendiskusikan masalah harga telur. Sekarang sudah mulai stabil, kami minta bagaimana komunikasi antara peternak dan pakan. Berdasarkan informasi dari peternak harga sudah mulai stabil karena permintaan sudah berkurang,” ungkap Ichsan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Sulsel Nurlina Saking mengatakan, harga telur di pasaran sempat mencapai Rp 60 ribu di Kota Makassar.

 “Sebenarnya kalau di produsen dan pasar di dekat sentra populasi itu lebih rendah dari harga di Makassar, namun per 1 2 hari sudah mulai flet karena ada permintaan yang meningkat, kemudian sudah selesai tentu permintaan yang sudah mulai menurun suplai masih seperti yang kemarin tentu akan ada pengurangan (harga),” jelasnya.