Sekjen Gerinda: Para Pemimpin di Indonesia Tak Terima Kasih Kepada Yang Membesarkannya

Husnie, otonominews.co.id
Minggu, 26 Juni 2022 | 20:19 WIB


Sekjen Gerinda: Para Pemimpin di Indonesia Tak Terima Kasih Kepada Yang Membesarkannya
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani

JAKARTA, (otonominews) – Para pemimpin di Indonesia jarang menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang yang telah membesarkannya.

“Dalam tradisi politik kita, terima kasih adalah suatu yang langka, jarang dijumpai sepertinya ini menjadi suatu hal yang mahal," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani, dalam keterangannya, Ahad (26/6/2022).

Menurut Muzani, adab politik kita telah dijauhi oleh pelaku politik kita. Yang terjadi pemimpin tersebut kerap berseberangan dan bersaing dengan orang yang membesarkannya demi mendapatkan sebuah jabatan tertentu.

"Di Indonesia, jarang sekali politik kita yang menunjukkan terima kasih terhadap orang yang telah membesarkannya,” katanya.

Meski tak menyebut secara jelas siapa sosok pemimpin yang dimaksud, Muzani menyindir sosok pemimpin yang lupa terhadap orang yang membesarkan.

Seharusnya, kata dia, para pemimpin kembali kepada adab seperti yang diajarkan oleh orang tua dan para pemimpin terdahulu.

“Apalagi terhadap partai politik (parpol) yang telah mengangkat namanya menjadi harum,” katanya.

Sikap saling menghormati dan menghargai adalah suatu hal yang telah diajarkan ratusan tahun dalam tradisi Indonesia.

Muzani menyayangkan, adab berterima kasih kepada orang atau pihak yang berjasa itu sudah mulai hilang dari tradisi para pemimpin di Indonesia.

"Adab dan akhlak berterima kasih merupakan cara untuk kita mencari keberkahan demi kebaikan membangun bangsa dan negara,” kata Muzani.

Maka, lanjutnya, penting untuk kita berterima kasih kepada orang-orang yang telah membesarkan kita, karena itu adalah untuk kita bisa meraih kebaikan bersama.

“Kita ingin para guru kita, orang tua kita, dan orang-orang yang telah membesarkan kita merasa bangga atas prestasi yang telah kita raih," tuturnya.