Larangan Naik ke Area Candi Penyebab Kunjungan ke Candi Borobudur Sedikit

Hen, otonominews.co.id
Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:03 WIB


Larangan Naik ke Area Candi Penyebab Kunjungan ke Candi Borobudur Sedikit
Ilustrasi.(Ist)

MAGELANG (Otonominews) - Jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah pada libur lebaran tahun ini dinilai sedikit.

Data Pemprov Jawa Tengah menunjukkan jumlah tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan Kota Lama Semarang. Pihak pengelola Candi Borobudur menduga salah satu penyebabnya adalah larangan naik ke area candi.

General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, Aryono Hendro Malyanto, menuturkan, hal ini menjadi perhatian pihaknya untuk berbenah, mengingat Candi Borobudur saat ini menjadi destinasi super prioritas 

"Ini menjadi perhatian juga, yang pertama ini untuk berbenah karena sudah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas. Nanti juga akan kita komunikasikan, kenapa ini, turun dengan teman-teman pegiat wisata di Magelang," kata saat ditemui di kantornya, Jumat (13/5/2022).

Aryono mengungkapkan, banyaknya pengunjung yang bertanya soal larangan naik ke area candi, pihak pun berharap ada kejelasan larangan itu berlaku, karena hal ini menjadi salah satu daya tarik Candi Borobudur.

"Ada beberapa pengunjung kami yang tidak jadi ke Borobudur itu tanya, 'bisa belum Borobudur naik candi?'. Hal ini yang mungkin menjadi PR kita bersama, baik itu dari taman wisata maupun dari teman-teman Balai Konservasi atau para travel, karena ini kalau tidak segera mendapatkan kejelasan tentunya akan berdampak pada usaha yang ada di kawasan," ujarnya.


"Jadi masih ada beberapa segmen pasar yang memang menginginkan tetap bisa naik candi, menikmati candi dan menikmati relief-relief yang ada di candi. Hal ini menjadi pemikiran kita bersama dan sudah ada beberapa diskusi di grup pesma bagaimana nanti mengantisipasi ini. Tentunya kita harus berbenah karena bagaimanapun toh Borobudur itu menjadi destinasi super prioritas yang harus kita perjuangkan untuk bisa berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat," tutur Aryono.

Dari catatannya, ada penurunan signifikan pada jumlah pengunjung ketika larangan naik ke candi ini disampaikan.

"Biasanya ada semacam pengalaman dialami, rombongan pernah ke sini bisa naik candi. Kemudian lainnya belum, ini yang mempengaruhi keluarga di lapangan," ujar dia seraya menyebutkan telah memberikan penjelasan kepada wisatawan.

Dari catatan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, ada tiga destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama libur Lebaran. Ketiga destinasi itu yakni Kota Lama Semarang (162.719 wisatawan), Candi Borobudur Magelang (153.070 wisatawan), dan Pantai Menganti di Kebumen (115.775 wisatawan)