Konflik Pertanahan di Daerah Tinggi, Komnas HAM Ajak Pemda Buat Mekanisme Penyelesaian

hen, otonominews.co.id
Sabtu, 14 Mei 2022 | 08:26 WIB


Konflik Pertanahan di Daerah Tinggi, Komnas HAM Ajak Pemda Buat Mekanisme Penyelesaian
Ilustrasi.(ist)

PADANG (Otonominews) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti persoalan konflik agraria yang sering terjadi di daerah. Komnas HAM meminta pemerintah daerah membuat mekanisme penyelesaian konflik agraria melalui pendekatan musyawarah mufakat mengingat tingginya konflik pertanahan di daerah.

Saat menjadi pembicara pada acara Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Padang, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufik Damanik mengaku, khusus di wilayah Sumatera Barat, sepanjang 2021, Komnas HAM mendapatkan laporan 88 kasus konflik Agraria.    

"Di Sumatera Barat kami mendapatkan laporan pada 2021 ada 80 kasus konflik agraria yang dilaporkan ke Komnas HAM, di daerah Indonesia timur jauh lebih besar, kalau ini tidak diselesaikan dengan baik kekerasan akan semakin meningkat," kata  Ahmad Taufik Damanik pada DIes Natalis mengambil tema 'Situasi HAM di Indonesia dan Kondisi Perpolitikan dan HAM Daerah' tersebut di Padang, Jumat (13/5).

Ahmad berharap pemerintah provinsi, kabupaten dan kota bersedia bekerja sama dengan Komnas HAM untuk merumuskan mekanisme penyelesaian konflik agraria.

Ia menilai selain penyelesaian secara hukum cara terbaik adalah mengaktifkan mekanisme mediasi di tingkat kabupaten dan kota namun difasilitasi oleh provinsi.

"Diharapkan dengan pendekatan mediasi tersebut konflik pertanahan tidak menjurus kepada kekerasan dan penyelesaian dapat dilakukan dengan cara damai," ujarnya.

Terkait dengan kekerasan ia menyampaikan yang terjadi saat ini bukan hanya berasal dari aparat namun juga masyarakat.

"Tugas besar Komnas HAM adalah mencegah munculnya kekerasan karena mengancam sendi persatuan bangsa dan kemanusiaan," katanya.

Ia mengajak semua pihak tetap menegakkan nilai keadilan dan kemanusiaan di Indonesia, selaku negara yang amat kaya dari segi alam hingga kekayaan budaya.

"Saya sudah kemana-mana dan harus diakui Indonesia adalah negeri yang diberkahi," katanya.

"Indonesia juga kaya akan keberagaman yang merupakan takdir dan kekayaan kita," ujarnya lagi.