Pemprov Sumbar dan DKI Jakarta Jajagi Kerjasama Pertanian dan Kebudayaan

Hen, otonominews.co.id
Kamis, 12 Mei 2022 | 07:00 WIB


Pemprov Sumbar dan DKI Jakarta Jajagi Kerjasama Pertanian dan Kebudayaan
Wagub Sumbar Audy Joinaldy.(ist)

PADANG (Otonominews) - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy mengungkapkan potensi yang dimiliki Sumatera Barat dibilang pertanian dan kebudayaan sangat besar, karena lebih dari 50 persen masyarakat Sumbar bergerak di bidang tersebut.

Hal itu, kata Audy mendorong pihaknya untuk menjajagi kemungkinan kerjasama dengan daerah lain, salah satunya Provinsi DKI Jakarta.

Audy mengatakan, kerjasama bidang pertanian dan kebudayaan dengan  Pemprov DKI Jakarta diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

*Sumbar memiliki potensi pertanian yang sangat besar karena lebih dari 50 persen masyarakat bergerak di bidang itu. Sumbar juga punya potensi besar untuk bidang budaya karena itu kita upayakan kerja sama guna mendorong perekonomian daerah," kata Audy Joinaldy,  Rabu (11/5/2022).

Ditambah lagi, lanjut Audy, Provinsi Sumbar dan DKI Jakarta memiliki hubungan yang istimewa, karena sekitar 10 persen warga Ibu Kota adalah masyarakat Minangkabau yang diharapkan bisa ikut mendukung kerja sama dua daerah.

Audy menyebutkan, pembicaraan tingkat awal untuk rencana kerja sama tersebut telah dilakukan di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APPSI 2022 di Bali, Selasa (10/5/2022).

"Pak Anies sudah menjadwalkan kunjungan ke Sumbar sekitar Juni 2022 untuk membahas kerjasama ini lebih lanjut dan jika memungkinkan langsung menandatangani MoU," kata Audy.

 Audy mengatakan, pihaknya akan mengajak Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan ke sentra pertanian di Sumbar, seperti Solok dan Tanah Datar.

"Sekalian kita perkenalkan potensi pariwisata yang ada di Sumbar seperti di Pariaman," ucap Audy.

Sementara itu, untuk kerja sama bidang budaya, bisa untuk mengobati rindu 10 persen masyarakat Minangkabau yang merantau di Jakarta.

"Kita berharap ini juga akan lebih mempererat hubungan masyarakat di kampung halaman dengan yang berada di rantau. Karena potensi masyarakat Minangkabau di perantauan juga sangat besar untuk bisa membangun kampung halaman," ujar Audy