Angka Kematian Jamaah Haji Tinggi, Kemenkes minta Petugas Haji Indonesia di Saudi Berperan

Hen, otonominews.co.id
Rabu, 11 Mei 2022 | 17:56 WIB


Angka Kematian Jamaah Haji Tinggi, Kemenkes minta Petugas Haji Indonesia di Saudi Berperan
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA (Otonominews) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti soal angka kematian jamaah haji di tanah suci. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengungkapkan, berdasarkan data evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 15 tahun terakhir, angka kematian jamaah haji Indonesia relatif tinggi. Berkisar dua orang per 1.000 jamaah per tahun, atau sekitar 300 hingga 400 orang dari kuota jamaah sekitar 220 ribu orang per tahun.

Untuk itu, Kunta pun meminta, sebanyak 98 petugas haji yang bertugas di Arab Saudi untuk turut berperan menekan angka kematian calon jamaah yang relatif tinggi.

"Sebagai pelayan tamu Allah, para petugas haji mengemban tanggung jawab yang besar dan mulia untuk menjaga kesehatan jamaah dengan harapan mampu menekan angka kematian jamaah haji di Tanah Suci," kata Kunta dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (11/5/2022).

Kemenkes, kata Kunta, telah melakukan identifikasi penyebab tingginya angka kematian jamaah haji Indonesia. Berdasarkan catatan medis, kematian jamaah haji disebabkan dua faktor utama, yakni usia dan perilaku jamaah.

“Perilaku ini menyebabkan jamaah kelelahan karena ritual ibadah yang tidak disesuaikan dengan kondisi fisik jamaah terutama yang berusia lanjut,” ujarnya.

Karenanya, lanjut Kunta, sangat penting untuk menyiapkan petugas kesehatan haji yang cekatan dan terampil dalam memberikan layanan kesehatan. Terutama pada kelompok yang berisiko tinggi seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

Kunta mencontohkan, petugas haji bisa merealisasikan ilmu yang didapatkan selama pelatihan dengan turut aktif melakukan upaya promotif preventif dengan memberikan edukasi dan sosialisasi seputar gaya hidup sehat, pencegahan Covid-19, serta memberikan layanan kuratif dan rehabilitatif kepada jamaah haji.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh petugas haji, pelaksanaan ibadah haji tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Meski terkendali dan cenderung mengalami penurunan, perlu selalu waspada dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan selama masa pelatihan hingga pelaksanaan ibadah haji.

Selain fokus pada pendampingan dan pelayanan jamaah haji, Kunta juga berpesan kepada para petugas haji untuk tidak abai terhadap kesehatan diri sendiri.

Sebagai informasi, Indonesia akan memberangkatkan 98 tenaga kesehatan dari berbagai bidang pelayanan. Saat ini, mereka menjalani pelatihan kompetensi dan rencana operasional petugas haji di Lakespra dr. Saryanto Jakarta.

Petugas haji itu akan mendampingi sekitar 100.051 jamaah di Tanah Suci. Jumlah ini, separuh dari kuota haji sebelum Covid-19.