Kisruh Sampah TPST Piyungan, Sultan HB X Minta Warga Sabar

Hen, otonominews.co.id
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:30 WIB


Kisruh Sampah TPST Piyungan, Sultan HB X Minta Warga Sabar
Aksi Unjuk Rasa warga di sekitar TPST Piyungan Bantul menuntut penutupan TPST.(Ist)

YOGYAKARTA (Otonominews) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X angkat bicara dan menyebut penutupan tinggal menunggu proses di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Dialog mengatasi masalah selama ini yang lama ini akan kita tutup akan kita jadikan ruang hijau," kata Sultan, saat kepada awak media di kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Selasa (10/5).

Tapi, untuk penutupan TPST Piyungan tersebut, lanjut Sultan, masih menunggu proses di Bappenas dan Pembiayaan Infrastruktur.

"Tapi ya tadi, hasil studinya Bappenas dan Pengembangan Infrastruktur waktunya lebih panjang," ungkap Sultan.

Karena butuh waktu itu, Sultan berharap warga Banyakan dan Ngablak yang menuntut penutupan permanen TPST Piyungan untuk bisa lebih bersabar. Artinya, mereka mau memahami kondisi saat ini.

"Mereka bisa memahami (untuk bersabar menunggu penutupan permanen)," katanya.

Tapi Sultan memastikan akan menemui warga sekitar. Dirinya akan mencari waktu yang tepat bisa bertemu.

"Ya nanti kita usahakan untuk bisa punya waktu. Yang penting, kita akan memperluas Piyungan. Karena yang ada ini sudah penuh. Punya problem teknisnya, penuhnya sampah di sana sama hasil studinya yang dilakukan oleh Bappenas," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Beny Suharsono mengatakan, ditargetkan tahun 2024, pengolahan sampah yang baru bisa beroperasi. Saat ini, pihaknya masih menunggu proses Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Saat ini masih proses untuk mencari investor," kata Beny kepada wartawan.

Di tempat baru yang berada di sisi selatan TPST Piyungan ini, kata dia, bentuknya pengelolaan sampah. Bukan pembuangan sampah seperti di TPST Piyungan saat ini.

"Proses pengadaan lahan tahun ini akan dilakukan. Nanti di sana, akan pengolahan sampah bukan pembuangan," imbuhnya.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka membuka peluang bekerja sama dengan Pemprov DIY terkait pengelolaan sampah ke depannya.

Seperti diketahui, saat ini tengah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Mojosongo, Solo. Jika PLTSa sudah beroperasi, maka akan membutuhkan bahan baku sampah yang sangat besar karena listrik yang dihasilkan juga besar, yakni 5 Megawatt.

"Ya kami membuka peluang dengan daerah manapun untuk pengelolaan sampah. Karena kebutuhan sampah untuk PLTSa nanti besar banget," kata Gibran saat dijumpai di Balai Kota Solo, Selasa (10/5).

Rencananya dalam pengoperasian awal, PLTSa akan mengambil sampah yang sudah menggunung di TPA Putri Cempo Mojosongo. Jika sampah tersebut sudah habis, maka akan mengambil sampah dari sekitar Solo.

"Nanti setelah habis kita ambil dari Solo Raya. Selama ini pembicaraannya baru Solo Raya. Tapi nanti bisa saja dengan daerah lain," ujar dia.