Warga Blokade Akses TPST Piyungan Bantul, DIY Terancam Darurat Sampah

Hen, otonominews.co.id
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:05 WIB


Warga Blokade Akses TPST Piyungan Bantul, DIY Terancam Darurat Sampah
TPST Piyungan Bantul Yogyakarta diblokade warga.(ist)

YOGYAKARTA (Otonominews) - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) darurat sampah. Warga yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul DIY, memblokade TPST tersebut.

Warga menuntut Pemerintah Provinsi DIY menutup permanen TPST Piyungan yang menampung sampah dari Yogyakarta, Sleman, dan Bantul.

Koordinator aksi unjuk rasa Herwin Arfianto mengatakan, penutupan akses TPST dilakukan warga di sekitar TPST Piyungan, karena bau sampah yang menyengat. Tak hanya itu, sampah juga mencemari sumber air warga.

"Sumur-sumur warga terdekat aliran limbah sudah tidak layak dikonsumsi," ucapnya.

Herwin melanjutkan, ada pula transisi pembuangan sampah ke lahan baru seluas 2,1 hekatre di sebelah utara TPST Piyungan. Ia mengatakan transisi ke lahan baru ini makin mendekatkan sampah ke area pemukiman warga.

"Kita tidak disosialisasikan terlebih dahulu," ujar Herwin.

Selain itu, dia menuturkan, berdasarkan surat edaran dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, semestinya TPST Piyungan ditutup pada Maret 2022. Perizinan pun hanya terkait pengolahan, bukan pembuangan sampah.

"Itu kan perizinan pengolahan, tapi dipakai untuk pembuangan. Itu yang kita tidak setuju," katanya.

Ia pun berharap warga bisa berdialog langsung dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Blokade ini pun memicu sampah menumpuk di sejumlah wilayah di Jogja.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto menjelaskan, pihaknya hanya bisa memaksimalkan depo atau tempat pembuangan sementara. Ia perkirakan cara itu hanya bisa digunakan sampai Rabu (11/5), hari ini.

"Kalau setelah lima hari TPST Piyungan tidak juga beroperasi, ya darurat sampah," katanya.

Warga Kota Jogja mulai mengeluhkan banyaknya tumpukan sampah yang tidak terangkut. Warga mengeluhkan bau sampah yang menyengat.

Depo pembuangan sampah Pasar Bantul, pada Selasa (10/5) kemarin tampak tumpukan sampah menggunung. Tampak gerobak berisi sampah terparkir di dekat depo. Selain itu, satu unit truk sampah bermuatan penuh berada di dalam garasi dengan posisi pintunya terkunci.

Salah satu petugas kebersihan Pasar Bantul, Agus (48) menyebut tumpukan sampah itu menggunung sejak Sabtu (7/5) karena tak kunjung diambil. Padahal, kapasitas depo tersebut terbilang sudah overload atau melebihi kapasitas.

"Dari Sabtu sampai hari ini belum diambil-ambil, jadi sudah 4 hari ini sampahnya tidak diambil. Ini juga sengaja belum ambil sampah di 8 titik pasar karena deponya overload," kata Agus saat ditemui di depo pembuangan sampah Pasar Bantul, Selasa (10/5).