Aktivitas Mudik Lebaran 2022 Genjot Ekonomi Daerah Dan Nasional Khususnya Pelaku UMKM di Daerah

Husnie, otonominews.co.id
Selasa, 10 Mei 2022 | 12:34 WIB


Aktivitas Mudik Lebaran 2022 Genjot Ekonomi Daerah Dan Nasional Khususnya Pelaku UMKM di Daerah
Anggota F-PAN DPR RI Guspardi Gaus

JAKARTA, (otonominews) -- Anggota F-PAN DPR RI Guspardi Gaus menilai, arus mudik Lebaran tahun 2022 ke kampung halaman di daerah masing-masing bakal turut mengerek atau mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah dan berkonstribusi kepada ekonomi nasional.

"Setelah menunggu 2 tahun tidak mudik karena adanya pengetatan yang dilakukan pemerintah akibat pandemi Covid-19. Diperbolehkannya mudik lebaran pada tahun ini memang jadi momen vital dalam menggerakan roda perekonomian. Khususnya didorong oleh spending (pengeluaran) konsumsi  masyarakat," ujar Guspardi kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Menurut Guspardi, lerayaan Lebaran tahun ini terasa istimewa karena sejak pandemi Covid-19 merebak tahun 2020, baru tahun 2022 ini pemerintah memberikan izin masyarakat untuk mudik. 

"Pemerintah juga menetapkan cuti bersama selama 4 hari kerja dan libur nasional selama 2 hari. Harapannya, rakyat Indonesia dapat merayakan Idul Fitri di kampung halaman namun tetap melaksanakan prosedur kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mudik tahun 2022 diharapkan juga menjadi salah satu momen pemulihan ekonomi nasional setelah selama 2 tahun terpuruk karena pandemi Covid-19," tutur Anggota Komisi II DPR RI ini.

Guspardi mengatakan, hampir semua daerah di Indonesia merasakan efek positif dengan mudik ke daerah masing-masing. 

"Diperkirakan lebih 80 juta orang di Indonesia melakukan perjalanan mudik lebaran tahun 2022 ini. Jika diasumsikan setiap pemudik membelanjakan uang rata-rata Rp1,5 juta saja di tempat mudik, artinya sudah lebih Rp120 triliun perputaran uang di daerah," beber Guspardi.

"Itupun dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) yang pada lebaran mudik tahun ini di prediksi mencapai 2 juta orang ke-18 kabupaten/kota di Sumbar," sambung Anggota Baleg DPR RI ini.

Guspardi berpendapat, kegembiraan pemudik dari rantau ke kampung halaman tentu akan membawa dampak menggeliatnya ekonomi di daerah. 

"Karena akan mengalir uang dari kota ke daerah dengan jumlah yang sangat besar yang dibawa oleh para pemudik. Bisa dibayangkan berapa perputaran uang beredar karena 'spending money' dari perantau pulang  membuat meningkatnya demand untuk penginapan atau hotel, menikmnati aneka kuliner khas daerah, membeli oleh-oleh di sentra oleh-oleh maupun yang berjejer di sepanjang jalan yang rata-rata ditawarkan oleh UMKM daerah masing-masing," jelas Guspardi.

"Begitu juga tumpah ruahnya pengunjung yang mengisi liburan Idul Fitrinya ke berbagai destinasi wisata sehingga akan menghidupkan sektor pariwisata," lanjut mantan Ketua Dewan Pembina Kadin Sumbar ini.

Guspardi pun menilai kegiatan mudik dan Lebaran tahun 2022 berpengaruh sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah. 

"Apalagi arus mudik juga akan  memunculkan redistribusi atau perputaran uang ke daerah yang diperkirakan mencapai 75% dari total 'spending money' perantau yang mudik," terang Guspardi.

Selanjutnya, legislator asal Dapil Sunbar 2 ini berharap, liburan Idul Fitri tahun ini dapat memperbaiki perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa. 

"Karena semakin besar peredaran uang di suatu daerah, ekonomi masyarakat desanya juga ikut menggeliat, sektor usaha menengah kecil dan menengah (UMKM) bergairah, sektor pariwisata semakin hidup dan sumber-sumber ekonomi di daerah tersebut akan tumbuh. Dan tentu akan berkonstribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Guspardi Gaus.