Wapres: Isolasi Terpadu Perlu Diefektifkan

Klaster Rumah Tangga Tinggi, Bali Terapkan Karantina Terpusat

hen, otonominews.co.id
Jumat, 30 Juli 2021 | 13:08 WIB


Klaster Rumah Tangga Tinggi, Bali Terapkan Karantina Terpusat
Wapres Ma'ruf Amin pada Rapat Koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bali (Provinsi, Kabupaten dan Kota) terkait Penanganan Covid-19 melalui konferensi video dari Kediaman Resmi Wapres di Jakarta, Kamis (29/7).(ist)

JAKARTA (Otonominews.co.id) - Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Bali mencanangkan kebijakan karantina terpusat. Dengan demikian, para pasien Covid-19 tidak melakukan karantina secara mandiri di rumah yang berpotensi menularkan ke anggota keluarga yang sehat.

Hal ini dilakukan Pemprov Bali mengingat bahwa mayoritas penularan Covid-19 terjadi melalui klaster rumah tangga. Hal ini yang seperti dilaporkan Gubernur Bali I Wayan Koster kepada Wapres.

Ma’ruf Amin menuturkan, agar kebijakan tersebut dapat berjalan secara optimal, langkah isolasi terpusat ini perlu dilakukan secara efektif.

Wapres menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bali (Provinsi, Kabupaten dan Kota) terkait Penanganan Covid-19 melalui konferensi video dari Kediaman Resmi Wapres di Jakarta,

“Isolasi terpadu ini supaya lebih dioptimalkan, ini suatu langkah baik tapi memang perlu lebih diefektifkan,” imbau Ma’ruf Amin, Kamis (29/07) kemarin.

Dalam kesempatan ini, Wapres menekankan agar fokus kepada penanganan Covid-19 dengan memperhatikan kebutuhan BOR (Bed Occupancy Rate) atau keterisian tempat tidur, ketersediaan obat, dan oksigen.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, kebijakan baru dengan menerapkan karantina terpusat ini diakuinya belum optimal, meskipun sudah berlangsung beberapa minggu.

“Sudah berlangsung dalam beberapa minggu ini namun belum optimal bisa menggiring warga yang ada di rumah itu untuk dikarantina di satu tempat yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota,” tuturnya.

“Nah ini yang akan kami gencarkan dalam beberapa hari ke depan sekarang ini untuk karantina terpusat dipimpin oleh Bapak Pangdam dan Bapak Kapolda supaya warga lebih patuh mengikuti karantina terpusat,” imbuhnya.

Koster juga menyampaikan bahwa ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 sejauh ini masih tercukupi, namun sebagai antisipasi peningkatan kasus aktif, Gubernur Bali telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) untuk menambahkan tempat tidur di Rumah Sakit.

“Mohon Bapak Wapres kiranya dapat mendorong Bapak Menteri PUPERA untuk melakukan percepatan penambahan tempat tidur di Provinsi Bali,” pintanya.

Terkait ketersediaan oksigen, Wayan Koster mengakui sejauh ini sudah mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

“Kami sudah mendapat supply oksigen yang jumlahnya memadai untuk didistribusikan, baik di Rumah Sakit Pemerintah maupun Rumah Sakit Swasta,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan dari Wapres mengenai jumlah tenaga kesehatan dan insentifnya, serta ketersediaan obat-obatan, Wayan Koster menjelaskan bahwa jumlah tenaga kesehatan saat ini sudah cukup untuk menangani pasien Covid-19, insentifnya pun sudah terbayarkan, untuk masalah obat-obatan juga sudah diditribusikan, namun Koster mengharapkan agar jumlah obat-obatan ini dapat ditambah.

“Nakes cukup Bapak, dan insentifnya juga sudah cair, obat-obatan semua sudah langsung didistribusikan oleh Bapak Pangdam, sampai ke sasaran. Kalau dari segi kebutuhan tentu apabila Bapak berkenan, dapat ditambah lagi,” ucapnya.