Pemberian Banpres Pedagang Mikro

Jokowi Sebut Kondisi Sulit Akibat Pandemi Dirasakan Pengusaha di Seluruh Dunia

hen, otonominews.co.id
Jumat, 30 Juli 2021 | 12:37 WIB


Jokowi Sebut Kondisi Sulit Akibat Pandemi Dirasakan Pengusaha di Seluruh Dunia
Presiden Jokowi pada kegiatan pemberian Banpres 2021 bersama penerima BPUM Tahun 2021, di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7/2021) pagi. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA (Otonominews.co.id) - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021 secara simbolis kepada 20 perwakilan penerima bantuan, di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7) pagi. Acara ini turut dihadiri oleh penerima BPUM lainnya secara daring.

“Tahun 2021 yang akan dibagikan untuk Banpres Produktif ini adalah Rp15,3 triliun yang dibagikan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Ada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil yang ada di seluruh Tanah Air, dan mulai dibagikan pada hari ini,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Kepada para pelaku usaha mikro tersebut Jokowi menyampaikan, dirinya memahami bahwa kondisi pandemi membuat pelaku usaha kecil, mikro, menengah hingga usaha besar mengalami kondisi yang sangat sulit. Kondisi ini, kata Presiden, tidak hanya dialami pengusaha di Indonesia, melainkan di dunia.

"Semuanya pada kondisi yang sangat-sangat tidak mudah, sangat sulit dan itu juga tidak hanya dirasakan oleh pengusaha-pengusaha dunia semuanya, seluruh dunia kondisinya sama," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, pada awal Januari 2021 hingga Mei 2021, kasus Covid-19 sudah mulai turun. Sehingga ekonomi otomatis mengalami peningkatan.

"Kalau corona turun, ekonomi pasti naik, naik naik, naik, sudah keliatan itu sebetulnya," ujar Jokowi.

Namun, lanjutnya, kemudian muncul varian baru Covid -19 yakni varian Delta yang semula di India, kini muncul di seluruh dunia.

Kata Jokowi, ekonomi global langsung terguncang. Bahkan kasus positif juga meningkat drastis.

"Tanpa terprediksi muncul yang namanya varian delta, varian baru jenis baru dari corona muncul di India. Kemudian muncul di seluruh negara di dunia. Sehingga ekonomi global pun juga guncang kita juga sama begitu virus delta ini muncul juga langsung kasus positif menjadi naik secara drastis," papar Jokowi.

Karenanya, pemerintah memutuskan untuk menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali lantaran kasus Covid-19 yang meningkat drastis di dua pulau tersebut.

Kata Presiden, hal tersebut dilakukan untuk mengendalikan kasus covid-19 yang meningkat drastis.

"Kita lihat semua titik-titik semuanya merah, tidak ada yang kuning sehingga keputusan yang sangat berat kita lakukan yaitu dengan PPKM Darurat. Karena tidak ada cara yang lain selain itu (PPKM Darurat). Karena melompat kasusnya dan Alhamdulillah sekarang paling tidak bisa kita rem meskipun turunnya pelan-pelan, tapi bisa kita rem," imbuh Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengakui pemerintah tidak bisa menerapkan pembatasan terlalu ketat dan lama. Ia menyampaikan banyak rakyat menjerit jika pemerintah terlalu memperketat pembatasan.

"Kemarin PPKM Darurat itu kan namanya semi-lockdown. Masih semi saja, saya masuk ke kampung, saya masuk daerah, semuanya menjerit minta dibuka," ungkap Jokowi.

Ia pun menyebut Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum bisa memprediksi kapan pandemi Covid-19 bisa berakhir.

"Saya ngomong apa adanya, bukan menakut-nakuti, tapi kasus virus Corona ini akan selesai kapan WHO pun juga belum bisa memprediksi," kata Jokowi

Jokowi menyampaikan pemerintah fokus menangani krisis kesehatan selama pandemi Covid-19. Namun, pemerintah juga perlahan melakukan upaya pemulihan dari krisis ekonomi yang timbul akibat Covid-19.

Ia mengimbau agar para pengusaha mikro tetap berjuang di masa sulit ini. Jokowi mengatakan kondisi perlahan akan membaik karena Indonesia sedang menggencarkan vaksinasi Covid-19.

Untuk meringankan beban para pedagang, pemerintah mengucurkan Rp15,3 triliun untuk 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Bantuan disalurkan sebagai pelengkap kebijakan

"Kita berharap ini bisa membantu mendorong ekonomi kita semuanya," ucap Jokowi.