Berharap Progres, Bupati Gorontalo Targetkan KLA Kategori Nindya 

KLA Kabupaten Gorontalo 5 Kali Raih Penghargaan Madya

Hen, otonominews.co.id
Kamis, 29 Juli 2021 | 20:12 WIB


KLA Kabupaten Gorontalo 5 Kali Raih Penghargaan Madya
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyaksikan pengumuman penerimaan penghargaan Kabupaten Gorontalo sebagai Kota Layak Anak (KLA) katagori Madya.

GORONTALO (Otonominews.co.id) - Sebanyak 275 daerah mendapat penghargaan kabupaten/kota layak anak (KLA) tahun 2021 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Mengutip penyampaian Menteri PPPA, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019 yang penerimanya hanya 249 wilayah. 

Menariknya, dari 275 daerah se Indonesia tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali masuk pada kategori Madya di tahun 2021. Sehingga dengan penghargaan Kabupaten Layak Anak tahun 2021, jika ditotalkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah lima kali meraih penghargaan bergensi itu dalam program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). 

Penghargaan kepada Pemkab Gorontalo diumumkan secara virtual oleh Kementerian PPPA, Kamis ( 29/7/2021), disaksikan langsung Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo didampingi Ketua dan wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas PPPA sera Gugus tugas sebagai OPD terkait pada program KLA tersebut.

Sebagai informasi, penghargaan Kabupaten Gorontalo sendiri mulai diraih sejak tahun 2015, 2017, 2018, 2019, dan 2021 dengan keseluruhan kategori Madya. 

Bupati Gorontalo mengatakan, jika dilihat dari sisi penghargaan KLA, ada Madya, Nindya dan Pratama dan utama dan target dari Indonesia untuk KLA itu pada tahun 2030.

Karena itu, Nelson berharap, karena penghargaan KLA sudah lima kali katagori Madya, maka ia ingin  kedepan meningkat lagi.

"Harapannya meningkat lagi. Kalau dapat Kategori Nindya atau lebih atas lagi. Penghargaan KLA ini, jangan Madya terus, itu namanya tidak ada perubahan, kalau dapat tahun depan naik kategori," ujar Nelson, usai kegiatan itu, di Aula Rumah Dinas Bupati. 

Ia meminta, Kepada Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak serta gugus tugas, untuk bisa membedah kekurangan. Nanti setelah dibedah itulah, kata Nelson, yang diatasi baik, tingkat OPD, tingkat gugus tugas tingkat kecamatan dan desa.  

"Kita kolaborasi sampai tingkat bawah. Karena mungkin di tingkat Kabupaten sudah menyelesaikan tetapi untuk tingkat desa dicek lagi dengan baik dan benar," imbuhnya.  

 Nelson juga berharap setelah dibedah, dikolaborasi, diprogramkan dengan baik, maka KLA tahun depan bisa minimal bisa meraih Nindya, dan tahun 2023 naik lagi. 

“Sehingga setiap tahun ada progress, apalagi masa pandemic covid -19, anak-anak yang kita lindungi dengan baik demi peningkatan  kemajuan pembangunan Kabupaten Gorontalo kedepan,” tandasnya.