TP PKK Pusat Bangun Gerakan Cegah Perkawinan Anak

hen, otonominews.co.id
Kamis, 29 Juli 2021 | 12:37 WIB


TP PKK Pusat Bangun Gerakan Cegah Perkawinan Anak
Sekretaris Umum TP-PKK Pusat Hernawati Hudori.(ist)

JAKARTA (Otonominews.co.id) – Tim Penggerak dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pusat menyoroti angka perkawinan anak di Indonesia yang masih cukup tinggi.

Masifnya praktik perkawinan usia anak, terlihat dari Data Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (MA) yang menunjukkan hingga Juni 2020, permohonan dispensasi pernikahan mencapai 34.413 perkara.

Sekretaris Umum TP-PKK Pusat Hernawati Hudori menuturkan, untuk membendung angka perkawinan anak, pihaknya membangun gerakan Cegah Perkawinan Anak (Cepak).

“Satu hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah berdasarkan data BPS tahun 2019, ada 22 provinsi yang angka perkawinan anak di atas rata-rata angka nasional,” kata Hernawati Hudori dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/7).

Hernawati menyebutkan, perkawinan anak di Indonesia mencapai angka 10,82 persen. Untuk itu, salah satu agenda pemerintah dalam Rencana Pembangunan Kerja Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, menargetkan penurunan angka perkawinan anak menjadi 8,74 persen pada akhir 2024.

Menurut Hernawati, tingginya laju perkawinan anak di Indonesia dilatarbelakangi beberapa factor. Kondisi ini, kata dia, dipengaruhi kebudayaan di masyarakat yang masih toleran terhadap perkawinan anak.

“Kemudian faktor kemiskinan, hingga situasi pandemi Covid-19 juga turut menjadi faktor perkawinan anak kian marak,” ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, Hernawati meminta para pengurus TP-PKK tingkat provinsi dan kabupaten/kota dapat mengedukasi secara masif untuk mengubah pola pikir orangtua perihal perkawinan anak.

“Orangtua mesti paham bahwa perkawinan anak bukan lah solusi memutus mata rantai kemiskinan,” kata Hernawati.

Tak hanya itu, lanjutnya, pengurus TP-PKK perlu mengoptimalkan peran PKK di tingkat kelurahan/desa serta Dasawisma sebagai garda terdepan gerakan cegah perkawinan anak di wilayahnya masing-masing.

“TP-PKK juga perlu melibatkan generasi muda sebagai mitra dalam gerakan cegah perkawinan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengurus TP-PKK perlu melakukan sosialisasi dan edukasi dengan berbagai langkah terobosan dan program yang inovatif. Tujuannya, agar gerakan yang dilakukan mampu mencegah perkawinan anak, sehingga angkanya dapat menurun di wilayahnya masing-masing.

“Saya ingin menegaskan kepada seluruh mitra TP-PKK, bahwa dengan kekuatan struktur yang dimilikinya Tim Penggerak PKK terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh komponen dan elemen yang memiliki semangat yang sama untuk mencegah terjadinya perkawinan anak,” tutup Hernawati.