Roda Peradaban Dunia Berputar, Akan Kembali Kepada Kejayaan Peradaban Islam di Dunia

husnie, otonominews.co.id
Jumat, 25 Juni 2021 | 06:38 WIB


Roda Peradaban Dunia Berputar, Akan Kembali Kepada Kejayaan Peradaban Islam di Dunia
Kanjeng Senopati

Oleh:  Kanjeng Senopati *)

SEMARANG, (otonominews) -- Benturan Peradaban adalah benturan antara peradaban Islam dan peradaban Barat. Dimana barat telah membidik Islam dan umat Islam semenjak fase perang salib.

Namun jaman ada masanya akan mengalami perubahan, peta geopolitik peradaban barat terhadap Islam bergeser. Peradaban barat sebagai bangsa Rum mulai mendekat dan mengenal Islam.

Benar nubuwat dari Baginda Nabi Shalallahu alaihi wasalam.. “Kalian akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kalian dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kalian akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat.." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Peradaban manusia akan terbagi menjadi Dua Blok, Blok Barat dan Blok Timur.

Blok Barat adalah Bangsa Rum (eropa timur dan eropa barat bersama Amerika) akan bersama negara-negara Islam membela kaum muslimin dalam memerangi Blok Timur. Dimana Blok Timur adalah China komunis bersama sekutunya yaitu India Hindu, Iran Syi'ah dan Yahudi Israel.

Maka di posisi manakah Indonesia pada masa itu? Apakah di Blok Timur yang dipimpin China dan sekutunya atau di Blok Barat yang dipimpin oleh eropa dan sekutunya dan negara-negara Islam?

Peradaban kekuasaan manusia di dunia sangat dipengaruhi oleh peradaban Islam dan umat Islam didunia.

Maka Rasululloh Shalallohu alaihi wasalam telah memberi isyarat Pasti bahwa umat Islam akan melalui beberapa fase peradaban :

1. Fase Pertama

Adalah Masa "Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah" Awal Yaitu masa dimana Khilafah (para sahabat) memimpin umat Islam di dunia, mereka yang berjalan di atas manhaj Nubuwah / pemahaman tuntunan kenabian Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam.

Dijaman ini terjadi keamanan dan kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia terjaga darah dan harta manusia karena Islam dan umat Islam sebagai agama pelindung, pengayom dan panutan seluruh umat manusia. Pada jaman itu sangat tampak Izzah Islam wal muslimin, tampilnya kewibawaan Islam dan kaum muslimin.

2. Fase Kedua

Adalah Masa "Mulkan Adlon" Awal

Masa ini disebut juga masa ‘raja yang mengigit’ karena pada zaman ini kehidupan umat Muslim dipimpin oleh khilafah atau dinasti atau kerajaan yang masih berpegang teguh pada ajaran luhur sunnah Rasul dan ajaran Islam yang sebenarnya, meskipun hampir lepas. Dimasa itu walaupun kondisi umat Islam tidak sekuat di jaman para sahabat tapi darah dan harta muslim benar-benar terjaga.

3. Fase ke Tiga

Masa "Mulkam Jabariyyah"

Masa ini umat Islam mengalami kemunduran yang luar biasa. Umat Islam terpecah belah menjadi kelompok-kelompok kecil ini terjadi dimana-mana.

Fase ini menunjukan sebenarnya umat Islam pada waktu itu jumlahnya banyak tapi bagaikan buih di lautan, artinya besar dari segi kuantitas tapi kecil dari segi kualitasnya.

Dizaman ini kemaksiatan dan kemungkaran di dunia merajalela. Banyak terjadinya pembunuhan, kedzaliman, korupsi dan manipulasi. Pada masa ini umat Islam yang lurus kaffah tegak banyak yang difitnah, ditindas dan didzolimi.

Para pemimpin yang buruk, berkhianat, munafik dan penuh pencitraan pada saat itu sebagai pemimpin yang dipuja dan diagungkan dan sebaliknya pemimpin yang amanah dan lurus dipandang sebagai kejahatan dan membahayakan.

4. Fase ke empat

Masa "Mulkan Adlon" Akhir

Masa ini adalah dimulainya kebangkitan umat Islam diseluruh dunia khususnya di nusantara.

Pada masa itu bumi nusantara secara alami akan kembali kepada sistem kerajaan atau dinasti. Karena pada masa itu rakyat Indonesia sudah jenuh dan kecewa dengan sistem pemerintahan "republik demokrasi state"

Pada masa itu satu dinasti yang dipimpin oleh seorang sultan sebagai pemimpin dari seluruh kerajaan yang ada di nusantara. Dimana  sultan tersebut dibawah bimbingan para ulama.

5. Fase ke lima

Masa "Khalifah ala Minhaaj al-Nubuwwah" Terakhir

Masa ini sesuai keterangan hadist Nabi, zaman teknologi modern yang sedang berlangsung dan dibangga banggakan manusia sekarang suatu saat nanti akan musnah mengalami keruntuhan dan kehancuran.

Pada masa itu umat Islam yang awalnya sudah bangkit akan kembali pada puncaknya.

Peradaban kehidupan manusia di dunia dimasa itu akan kembali terasa damai, terang dan bercahaya karena berada di bawah naungan seorang pemimpin umat seluruh manusia yang adil dan juga bijaksana yaitu Sang Ratu Adil atau Imam Mahdi bin Muhammad Rasululloh Shalallahu alaihi wasalam.

Dimasa itu di nusantara akan dipimpin pula oleh seorang pemimpin yang adil, berkharisma dan bijaksana yaitu seorang Satria Nusantara beliau keturunan dari Satria Piningit yang pertama.

Satria Nusantara atau disebut Satrio Nuswantoro yang bergelar Kanjeng Cakraningrat beliau adalah wakil dari Sang Ratu Adil mendampingi sang Imam Mahdi (sang Ratu Adil) dalam memerangi barisan tentara Dajjal dan para pengikutnya (para pemuja Illuminati / pengikut dajjal).

Satria Nusantara ditugaskan sebagai seorang Khalifah ditugaskan oleh Imam Mahdi untuk memimpin wilayah kekuasaan asia timur dan asia tenggara.

Masa inilah yang dikatakan kanjeng Nabi Shalallahu alaihi wasalam adalah masa Khalifah ala Minhaaj al Nubuwwah yang terakhir.

Baik, penulis tarik kembali sebelum masa peradaban menuju fase Mulkan Adlon dan fase Khilafah Nubuwah yang terakhir. Yaitu masa yang kita alami sekarang ini yaitu fase Mulkam Jabariyyah.

Sekarang kita sedang dalam fase Mulkam Jabariyyah. Yaitu masa dimana Islam dan umat Islam sedang di fitnah, di dzholimi dan di pecah-pecah (diadu domba) oleh para barisan pengikut illuminati (pengikut dajjal) yang terdiri dari orang-orang munafiqin, atheis, yahudis dan salibis.

Hari ini kita rasakan betapa berat perjuangan umat Islam di nusantara.

Zionis Yahudi dan Syi'ah Iran yang menjadi sekutu China ramai-ramai dalam membidik Islam di asia timur (asia tenggara) yaitu Indonesia.

Untuk menghancurkan peradaban Islam di asia timur asia tenggara maka yang dibidik adalah negeri Indonesia, karena Indonesia termasuk  negara yang penduduk Islamnya terbesar di dunia.

Indonesia semakin kesini geopolitiknya semakin carut marut, salah arah dan banyaknya tatanan hukum yang dilanggar dan dirusak oleh pemerintah sendiri.

Ini semua akibat adanya kelompok radikal sekuler yang notabene komunis dan liberal yang berhasil masuk menyusup kedalam barisan reformasi.

Akibatnya Indonesia mengalami degradasi (penurunan dan kemerosotan nilai kualitas) pemerintah akibat adanya radikalisasi demokrasi yang semakin radikal dan ekstrim.

Sehingga saat ini Indonesia mudah sekali untuk digiring kembali agar mengikuti kemauan penjajah baru, yaitu penjajah China Tiongkok Komunis.

Memang benar Indonesia akan lebih kokoh dan kondusif pemerintahan negaranya bila berbentuk monarki. Yaitu monarki sebagai suatu negara kesatuan kerajaan atau satu dinasti yang terdiri dari berbagai kerajaan.

Bila berbentuk republik Ideologi negara tersebut bisa berubah-ubah, akan  mengikuti ideologi sang penguasa yang berkuasa saat itu.

Secara kultural sistem republik demokrasi sangat rentan dan berbahaya bila diterapkan di negara yang ber-identitas mayoritas Islam dan berkultur kerajaan.

Apa yang terjadi bila si penguasanya miring ke 'kiri' maka negara ini bisa digiring menjadi negara radikal liberal atau sekuler yang tentunya akan satu kolam dengan pemerintahan Komunis.

Jika yang berkuasa berideologi marxis atau neo komunis maka akan represif lah terhadap agama dan akan hancurlah akan di cutik satu persatu nilai-nilai norma dan hukum agama di negara tersebut.

Indonesia Ambilah Pelajaran Dari Negara Kerajaan Malaysia.

Mengapa Malaysia berhasil mampu menegakkan negaranya berdasarkan kerajaan dan syariat Islam padahal jumlah muslim hanya setengahnya dari total jumlah penduduk yaitu 55% dari total penduduknya.

Karena Malaysia orang-orang melayunya memiliki integritas yang solid dan kompak berani menegakkan sistem pemerintahannya berdasarkan Kerajaan, karena memang asalnya negara Malaysia adalah berkultur kerajaan sama seperti Indonesia.

Sehingga dengan tegaknya sistem monarki /  kerajaan di Malaysia syariat Islam akan terjaga dan umat Islam akan terlindungi.

Bayangkan apa jadinya bila Malaysia pemerintahannya berdasarkan republik demokrasi seperti mengikuti Indonesia?

Kaum melayu atau pribumi akan punah karena disaingi dengan jumlah para pendatang haram Cina dan Islam akan diberangus oleh etnis china. Akhirnya seperti apa yang terjadi pada negeri melayu Singapura.

Apakah Indonesia mau menjadi negara Singapura Ke Dua?

China Komunis sampai kapanpun melalui kaki tangannya akan menekan umat Islam melalui RIC (Rezim Inlander of China) pasti akan represif dan intimidasif terhadap Islam dan umat Islam berusaha memecah dan memberangus Islam dari bumi nusantara.

Kita hidup di negerinya mayoritasnya umat Islam tapi naif justeru merasakan tidak merasakan hidup di negeri yang mayoritas Islam.

Perlakuan tekanan dan intimidasi. Syariat Islam diberangus dipreteli satu persatu dan tokoh umat Islam di intimidasi dan dikriminalisasi. Islam bagaikan asing dan momok dibumi tanah air muslim sendiri.

Dan akibatnya hari ini kedaulatan Indonesia menghadapi dua ancaman besar , pertama Indonesia akan kembali dijajah oleh asing yaitu China.

Kedua Indonesia akan digiring ideologinya kepada Ideologi Komunis yang super kapitalistik.

Belajarlah dari sejarah. Sesungguhnya kekuatan suatu negara bukan semata-mata dari membanggakan ideologi suatu negara yang dianutnya.

Solidnya sebuah negara itu berasal dari bentuk sistem pemerintahan yang sudah menjadi kekuatan kultur jatidiri bangsa tersebut yaitu berkultur kerajaan.

Masyarakat Indonesia asalnya adalah berkultur kerajaan maka kembalikan kepada sistem kerajaan bila pemerintahannya ingin kuat, kokoh dan jaya.

Jadikan sistem kerajaan sebagai sistem pemerintahan jatidiri yang asli masyarakat bangsa Indonesia yaitu negara Kerajaan Nusantara.

Ideologi Pancasila lebih cocok dan akan lebih kokoh bila diterapkan pada negara berkarakter kerajaan nusantara daripada berkarakter republik.

Pihak asing, kaum penjajah dan musuh Islam kuatir sekali dan tidak akan senang bila Indonesia kembali berbentuk monarki state atau kerajaan.

Karena disana syariat Islam akan ditegakkan dan akan kembali Indonesia menjadi kuat dan jaya.

Jangan merasa yakin Indonesia akan menjadi negara besar dan kuat apalagi menjadi mercusuar dunia bila masih merasa bangga memakai sistem produk adoption of kafir Yahudi yaitu republik demokrasi.

Menurut para ahli, kejayaan Nusantara akan bangkit dan Indonesia akan menjadi negara besar dan adidaya serta harapan bangkitnya kekhalifahan.

Yaitu melalui proses kembali dulu kepada sistem jatidiri bangsa secara alami yaitu back to nature yaitu kembali kepada sistem Kerajaan.

Ini yang dinamakan nusantara akan kembali kepada kerajaan dan itu benar dan PASTI karena pernah di isyaratkan oleh baginda Nabi.

Kita harusnya bergembira karena sebentar lagi kita akan menyambut masuknya masa kejayaan peradaban Islam kedua (yang terakhir) yaitu masuk ke fase Mulkan Adlon (pemerintahan yang berdasarkan kerajaan / Dinasti Islam).

Kemudian setelah itu akan masuk fase Khilafah Nubuwah yang terakhir, yaitu pemerintahan yang berdasarkan kekhalifahan nubuwah yang dipimpin oleh Sang Ratu Adil yaitu Imam Mahdi.

Ketahuilah sesungguhnya peradaban negeri nusantara akan kembali menjadi lebih kokoh dan solid hanya dengan di bawah komando ulama dan para raja /sultan di Nusantara ini.

Bangsa yang kokoh dan kuat adalah bangsa yang telah lebih dahulu menemukan dan menerapkan konsep jatidirinya sebagai landasan bentuk pemerintahannya.

Prediksi spiritual penulis melihat nusantara akan kembali berbentuk kerajaan nusantara yang besar dan solid yaitu menjadi The United Kingdom Of Nusantara.

*) Putra kerajaan Nusantara, Pemerhati Spiritual Geostrategi Geopolitik Indonesia & Pemerhati Kerajaan Keraton Nusantara


ARTIKEL TERKAIT