Presiden Jokowi, Muhyidin Yasin dan Sultan Bolkiah Terbitkan Pernyataan Mengutuk Kekerasan Israel

hen, otonominews.co.id
Senin, 17 Mei 2021 | 12:32 WIB


Presiden Jokowi, Muhyidin Yasin dan Sultan Bolkiah Terbitkan Pernyataan Mengutuk Kekerasan Israel
Presiden Joko Widodo.(ist)

JAKARTA (Otonominews.co.,id) - Setelah sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, bahwa pemerintah Indonesia mengutuk keras kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza, kali ini Jokowi bersama Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah menerbitkan pernyataan bersama terkait konflik Palestina dan Israel. 

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut melalui akun twitternya @Jokowi, Senin (17/5).

“Kami mengutuk keras, kekerasan terang-terangan yang berulang kali dilakukan oleh Israel, yang menargetkan warga sipil di seluruh wilayah pendudukan Palestina khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza yang telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang termasuk wanita dan anak-anak,” demikian bunyi pernyataan bersama tiga pemimpin tersebut yang dikutip dari akun twitter @Jokowi, Senin (17/5/2021).

Tiga pemimpin negara itu juga mengungkapkan turut prihatin dengan penyitaan bangunan milik Palestina oleh Israel di Tepi Barat termasuk di Yerusalem Timur.

“Kami juga sangat prihatin dengan perluasan pemukiman ilegal dan pembongkaran serta penyitaan bangunan milik Palestina di Tepi Barat termasuk di Yerusalem Timur,” lanjut pernyataan bersama tersebut.

Dalam pernyataan itu, Jokowi, Muhyiddin dan Bolkiah meminta semua pihak menahan diri secara maksimal. Ketiganya juga meminta penghentian serangan terhadap warga sipil dan mengambil langkah dalam meredakan situasi. Termasuk juga untuk menegakkan hukum dan ketertiban internasional.

“Kami mendesak kedua belah pihak untuk menerima keterlibatan internasional sementara di Kota Al Quds untuk memantau penghentian pertempuran di wilayah pendudukan Palestina,” seru pimpinan tiga negara itu.

Selain itu Jokowi, Muhyiddin dan Bolkiah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak untuk menjamin keamanan dan perlindungan warga sipil di seluruh wilayah Palestina.

“Kami meminta Majelis Umum PBB untuk mengadakan sesi darurat untuk membahas perkembangan yang serius dan menghasilkan Resolusi Perdamaian dengan tujuan untuk mengakhiri kekejaman terhadap rakyat Palestina,” bunyi pernyataan tersebut.