Teten Masduki: Dampak Pandemi Covid-19, Daya Beli Kopi Masyarakat Turun

Husnie, otonominews.co.id
Kamis, 24 September 2020 | 09:51 WIB


Teten Masduki: Dampak Pandemi Covid-19, Daya Beli Kopi Masyarakat Turun
Menteri Koperasi dan UMKM RI Teten Masduki

LAMPUNG (otonominews) -- Menteri Koperasi dan UMKM RI Teten Masduki menuturkan, bahwa pada masa pandemi Covid-19, daya beli masyarakat turun, permintaan ekspor juga menurun, salah satunya Kopi. Padahal produksi Kopi sedang naik. Namun karena menghadapi Covid, sehingga komoditi pangan, termasuk kopi turut terganggu.

“Ini penting kita mencari solusinya. Saya diperintahkan Presiden untuk mencari cara bagaimana bisa menyerap produk-produk pangan ini,” jelas Teten Masduki saat membuka Webinar bertema “Solusi Penyerapan dan Pembiayaan Kopi di Tengah Pandemi”, di Ruang Command Center, Dinas Kominfotik Lampung, Rabu (23/9/2020).

Teten menjelaskan ada beberapa skema yang sedang dirumuskan yaitu bagaimana melibatkan koperasi yang ada di sekitar daerah produsen kopi untuk membeli kopi langsung pada petani.

“Untuk itu, Webinar ini dilakukan untuk mencari solusi baik Penyerapan dan Pembiayaan Kopi di Tengah Pandemi,” ungkapnya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menjadi pembicara kunci (Keynote Speaker) mengatakan, potensi kopi di Lampung merupakan penghasil produksi kopi robusta terbesar di Indonesia, karena terdiri dari 3 Provinsi, Lampung merupakan penghasil terbesar, keduanya Sumatera Selatan, dan Ketiga Bengkulu.

“Semua kopi yang di ekspor akan melalui Pelabuhan Internasional Panjang. Karena Sumatera Selatan dan Bengkulu tidak memiliki pelabuhan, maka tergabung melalui Lampung, sehingga Lampung terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Arinal mengungkapkan, terdapat tiga komoditi unggulan pada produksi sektor perkebunan dalam artian luas. Pertama, Kopi Lampung. Pada 2019 produksi Kopi Lampung sebesar 110.264 ton dengan luas lahan 156.821 Ha.

“Posisi sebaran kopi ini hampir sebagian besar di wilayah kawasan hutan, sehingga tidak atau belum sepenuhnya melaksanakan teknologi. Kalah dibandingkan vietnam, mereka sudah mencapai 5-6 ton per hektar, kalau kita masih 0.7 ton per hektar. Hal ini dikarenakan di kawasan tidak boleh melakukan pengembangan teknologi didalam pemeliharaan secara kontinyu,” ujar Gubernur Arinal.

Kedua, lanjutnya, Lada Lampung. Produksi Lada di Lampung ditahun 2019 sebesar 14.540 ton dengan luas lahan 45.875 Ha. Ketiga, Kakau, yang mana Produksi Kakau di Lampung tahun 2019 mencapai 58.170 ton, dan terbesar no dua di indonesia setelah Sulawesi Selatan.

Produksi Kopi Lampung, ujar Gubernur, ada di 5 kabupaten yaitu Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Utara,, Way Kanan, dan Pesisur Barat. Dalam kurun 5 tahun terakhir, kontribusi produksi kopi Lampung terhadap Kopi Nasional. 


ARTIKEL TERKAIT