Dihadapan Wamedes PDTT, Bupati Nelson Sebut Kabupaten Gorontalo Nol Desa Tertinggal 

Hen, otonominews.co.id
Selasa, 15 September 2020 | 08:43 WIB


Dihadapan Wamedes PDTT, Bupati Nelson Sebut Kabupaten Gorontalo Nol Desa Tertinggal 
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo bersama Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi mengunjungi desa-desa di Kabupaten Gorontalo.
GORONTALO (Otonominews) -  Wakil Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Wamen PDTT) Budi Arie Setiadi mengunjungi beberapa desa di Kabupaten Gorontalo untuk realisasi dana desa di Desa Tenggela Kecamatan Tilango dan Desa Hutadaa Kecamatan Talaga Jaya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendes juga meresmikan sejumlah proyek Kementerian Desa dan PDTT di Kabupaten Gorontalo.

Kepada Wamendes, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo melaporkan, Kabupaten Gorontalo ada 191 desa dan 14 kelurahan.

"Desa ini merupakan desa terbesar di provinsi Gorontalo, dan memang jumlah penduduknya terbesar.  Dalam perkembangannya, tadinya di Kabupaten Gorontalo ada 57 desa tertinggal, hingga hari ini, alhamndulillah tidak ada lagi desa tertinggal," tutur Nelson. 

"Semuanya berkembang, maju bahkan sudah ada yang mandiri,” sambungnya.



Hal ini, lanjut Nelson, merupakan tekad dan komitmennya selama lima tahun yang terus dikembangkan. 

Perkembangan desa di Kabupaten Gorontalo, menurut Nelson, karena ada anggaran dari pusat.

Sebagai gambaran ia menjelaskan,  tahun 2017 dana desa hanya 220 Miliyar, kemudian tahun 2020 menjadi 287 Miliyar. 

“Terjadi peningkatan 10 miliyar setiap tahun, itu dana pusat yang mengalir ke desa,” Ungkap Nelson.

Belum lagi kata Nelson, dana ADD sebesar 10 persen dana desa yang berasal dari pemerintah Kabupaten Gorontalo.

"Didalam pengembangannya memang ada dua yang kami terus lakukan. Pertama, pemberdayaan masyarakat dan kedua pembangunan,” Beber Nelson.

Untuk pemberdayaan, Kata Nelson kurang lebih 60 persen dan pembangunan 40 persen.

Pada era covid-19, sekarang ini, pemerintah Kabupaten Gorontalo melakukan pemberdayaan terutama bidang kesehatan kurang lebih 60 persen. 

“Jadi, kapasitas dana kita untuk dana desa untuk  kesehatan 60 persen, karena memang ini menjadi  kebutuhan pada pandemic sekarang ini, Selain ada penanggulangan kemiskinan, pendidikan dan peningkatan kapasitas termasuk bumdes didalamnya.” Tuturnya.

Nelson menyebutkan, sarana dan prasarana, seperti sarana olah raga dan paling penting lagi adalah jalan dan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat. Terkait embung desa, Nelson menyampaikan bahwa daerah itu berada di kawasan danau limboto. Danau limboto itu, kurang lebih 3000 Ha sekarang. 

“Tadinya 50 tahun lalu 7000 Ha,  sekarang kurang 3000 Ha. Kami sudah melakukan revitalisasi mellaui dana pusat dan potensinya sektor perikanan, wisata bahkan hortikultura, salah satu yang kita kembangkan hari ini adalah embung desa hutdaa atas bantuan pemerintah pusat,” Tukasnya.

Terakhir, Nelson menyampaikan, pihaknya berharap banyak kepada  Wamendes, tetap membutuhkan bagaimana desa maju.

"Pasti Insya Allah Indonesia maju, sehingga anggaran yang terkait desa, tentunya terus kita tingkatan,” tutup Nelson.