Mengenaskan, 9 Pejabat Di DKI Jakarta Positif Covid-19

Husnie, otonominews.co.id
Selasa, 15 September 2020 | 08:23 WIB


Mengenaskan, 9 Pejabat Di DKI Jakarta  Positif Covid-19
Sekda DKI Jakarta, Saefulloh (Ist)
JAKARTA (otonominews) -- Di tengah  penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Ibu Kota  Pemprov DKI Jakarta, terungkap informasi yang mengenaskan. Sekretaris Daerah Saefullah dan Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto dinyatakan positif Covid-19.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik. M Taufik menyebut Saefullah sudah tak terlihat di kompleks Balai Kota DKI Jakarta sejak beberapa hari. Sebelum Rapat Paripurna digelar, Senin (14/9), M Taufik saat memimpin rapat, meminta anggota Dewan yang hadir untuk mendoakan kesembuhan Saefullah.

"Sebelum rapat dimulai, mari kita doakan kesembuhan Bapak Saefullah. Semoga Allah mengangkat penyakitnya. Al-Fatihah," ujar Taufik di ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah dan Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto, dinyatakan positif Covid-19. 

“Kami berharap mudah-mudahan cepat pulih, gitu aja. Tapi tanpa gejala,” kata Anies di Balai Kota, Sabtu (12/9/2020).

Gubernur Anies tak menjelaskan sejak kapan dua pejabat teras Ibu Kota itu terpapar Covid-19. Keduanya dinyatakan terpapar virus corona tanpa gejala (OTG).

Sementara, Kasudin Kesehatan Jakarta Barat Kristi Wathini mengaku tidak mengetahui sejak kapan Uus terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, Kristi mengatakan masa isolasi yang dijalani Uus akan segera selesai.

"Wah kalau itu saya nggak tahu ya, soalnya ketemu baru sekali. Sudah mau selesai isolasi kok," ucapnya, Senin.
 
Berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan beberapa pekan terakhir, ditambah Saefullah dan Uus, maka sudah ada sembilan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang terpapar virus corona.

Sebelumnya, tujuh pejabat utama di Pemprov DKI juga terpapar virus Covid-19. Mereka kemudian menjalani isolasi mandiri.

Ketujuh orang itu terdiri atas lima pejabat eselon II serta masing-masing satu orang petinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Tujuh orang sebelumnya adalah:

- Asisten Pemerintah Setda Provinsi DKI Jakarta Reswan W Soewaryo;
- Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta Premi Lesari;
- Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Provinsi DKI Jakarta Hendra Hidayat;
- Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Suzy Marsitawati;
- Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasruddin;
- Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Afan Adriansyah Idris; dan
- Ketua TGUPP Amin Subekti.

Terkait penerapan kebijakan PSBB transisi di Ibu Kota, berikut ini beberapa poin penting yang disampaikan Anies melalui jumpa pers virtual ketika itu:

1. Jakarta saat ini berada dalam kondisi darurat karena pandemi Covid-19. Laju penularan tinggi sehingga membahayakan keselamatan warga.

2. Pemprov DKI Jakarta memutuskan menarik rem darurat dan kembali ke PSBB ketat. Tidak berlaku lagi PSBB transisi.

3. Warga akan kembali berkegiatan dari rumah, beribadah dari rumah, bekerja dari rumah dan belajar dari rumah.

4. Mulai Senin 14 September, seluruh kegiatan perkantoran akan dilakukan dari rumah.  Hanya ada 11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi.

5. 11 bidang nonesensial yang izinnya dikeluarkan akan dievaluasi kembali.

6. Seluruh tempat hiburan akan kembali ditutup. Kerumunan dan kegiatan yang mengumpulkan dilarang.

7. Tempat ibadah yang boleh dibuka hanya di level kampung atau kompleks dan hanya boleh digunakan oleh warga setempat. Khusus tempat ibadah di zona merah atau wilayah dengan kasus tinggi tidak diperbolehkan buka.

8. Saat ini, ambang batas kapasitas rumah sakit untuk ruang isolasi dan ICU sudah melampaui angka batas aman. Diperkirakan mencapai kapasitas maksimal di 17 September 2020.

9. Selama 6 bulan terakhir kasus Covid-19 di Jakarta didominasi 50% kasus OTG dan 35% adalah kasus gejala ringan dan sedang.


ARTIKEL TERKAIT