Banjir Rendam Ribuan Rumah

Kotawaringin Timur Ditetapkan Tanggap Darurat Selama Dua Pekan

San, otonominews.co.id
Senin, 14 September 2020 | 20:57 WIB


Kotawaringin Timur Ditetapkan Tanggap Darurat Selama Dua Pekan
Banjir rendam rumah di Kotawaringin Timur akibat luapan sungai
JAKARTA, (otonominews) -- Banjir yang terjadi sejak Senin (6/9) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah telah merendam 1.118 rumah. Data tersebut berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur hingga Senin (14/9/2020) pukul 16.53 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan bahwa atas bencana tersebut, Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 14–27 September 2020.

"Atas bencana tersebut ada 1.118 rumah yang terendam banjir, itu terbagi di delapan desa di Kecamatan Antang Kalang, enam desa di Kecamatan Telaga Antang dan empat desa di Kecamatan Mentaya," bebernya.

Diketahui, banjir dengan tinggi nuka air (TMA) 80-150 sentimeter yang disebabkan oleh meluapnya sungai Mentaya itu juga berdampak pada kurang lebih 1.118 KK dan memaksa beberapa warga mengungsi secara mandiri di rumah para kerabatnya.

Raditya Jati juga mengatakan saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur terus melakukan kaji cepat, membantu proses evakuasi dan mendirikan tenda posko banjir di setiap kecamatan.

"Termasuk memberikan bantuan logistik dengan menggandeng beberapa pihak, baik dari unsur pemerintahan maupun dunia usaha," tambahnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan setempat juga telah melakukan penyuluhan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Tengah hingga Rabu (16/9) mendatang.

Selain Kalimantan Tengah, wilayah lain yang memiliki prakiraan cuaca yang sama meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana.