Mentan Alokasikan ABT untuk Pengembangan Food Estate dan Lumbung Pangan di Kalteng

Hen, otonominews.co.id
Senin, 14 September 2020 | 18:45 WIB


Mentan Alokasikan ABT untuk Pengembangan Food Estate dan Lumbung Pangan di Kalteng
Menpan Syahrul Yasin Limpo.
JAKARTA (Otonominews) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memaparkan alokasi anggaran tambahan yang akan diberikan kepada Kementerian Pertanian pada tahun ini. Menpan memaparkan perincian anggaran tersebut pada rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (14/9).

Tahun 2020 ini Kementerian Pertanian mendapatkan anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp1,72 triliun dari pagu anggaran tahun ini yang telah ditetapkan mencapai Rp14,05 triliun.

Menpan menjelaskan, anggaran tambahan tersebut dialokasikan antara lain untuk dukungan swasembada gula, hingga pengembangan food estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah.

"Anggaran belanja tambahan sebesar Rp1,72 triliun yang dialokasikan untuk kegiatan dukungan swasembada gula sebesar Rp137,39 miliar," kata Mentan Syahrul, Senin (14/9).

Syahrul merinci, anggaran belanja tambahan tersebut juga dipergunakan untuk dukungan antisipasi kekurangan pangan akibat covid-19 sebesar Rp1,45 triliun. Rinciannya adalah pengembangan proyek lumbung pangan seluas 30.000 hektare (ha) di Kalteng dengan anggaran mencapai Rp221,98 miliar.

Kemudian, antisipasi kekurangan pangan juga mencakup perluasan areal tanam baru (PATB) di 18 provinsi pada komoditas padi seluas 250.000 ha dengan anggaran sebesar Rp1,04 triliun.

Selanjutnya, pengembangan 1.000 desa sapi melalui bantuan sapi pada 5 klaster di 25 desa sebanyak 5.000 ekor dengan anggaran Rp140 miliar, pengembangan food estate hortikultura untuk bawang merah, bawang putih dan kentang di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dengan anggaran Rp46,3 miliar.

Anggaran tambahan juga dialokasikan untuk percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui kegiatan Padat Karya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) sebesar Rp124 miliar.

"Saat ini sedang dilakukan akselerasi pelaksanaan kegiatan yang sudah dimulai pada awal September 2020, sehingga mulai bulan Oktober depan laporan perkembangan realisasi kegiatan dan keuangan mengacu pada anggaran baru sebesar Rp15,78 triliun sudah dapat dilakukan," pungkas Syahrul.