Pembatasan Lokal untuk Tekan Laju Covid-19 Boleh

Presiden Minta Kepala Daerah Tidak Terburu-buru Menutup Wilayah 

Hen, otonominews.co.id
Senin, 14 September 2020 | 12:53 WIB


Presiden Minta Kepala Daerah Tidak Terburu-buru Menutup Wilayah 
Presiden memimpin ratas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/9/2020)
JAKARTA (Otonominews) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menggelar rapat terbatas membahas penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Dalam ratas yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/9/2020) itu Presiden menekankan pentingnya pembatasan berskala lokal untuk pengendalian kasus virus Corona. Kendati begitu, Jokowi meminta kepala daerah tidak terburu-buru menutup satu wilayah penuh.

"Intervensi untuk pembatasan berskala lokal penting sekali dilakukan, baik manajemen intervensi dalam skala lokal maupun komunitas, sehingga jangan buru-buru menutup sebuah wilayah, menutup sebuah kota, menutup sebuah kabupaten, dan kalau kita kerja berbasis data, langkah-langkah intervensinya berjalan efektif dan bisa segera menyelesaikan masalah-masalah di lapangan," kata Jokowi.

Status zona merah yang ditetapkan dalam suatu wilayah, Jokowi menjelaskan, tidak mencakup seluruh wilayah tersebut. 
Jokowi mencontohkan, setiap RT, RW, desa, kelurahan, maupun kecamatan, misalnya, memerlukan perlakuan yang berbeda dalam penanganan Corona.

"Karena dalam sebuah provinsi misalnya ada 20 kabupaten/kota, tidak semua dalam posisi merah, sehingga penanganan jangan digeneralisir, di sebuah kota atau kabupaten sama, tidak semua kelurahan, kecamatan mengalami merah semua. ada yang hijau, kuning. Itu perlu treatment yang berbeda-beda," ujar Jokowi.

Untuk itu, Jokowi berpesan kepada kepala daerah melihat data sebaran terkait keputusan merespons penambahan kasus Corona di wilayahnya. Selain itu, perlunya pembatasan berskala lokal supaya penanganan Corona terfokus.

"Keputusan-keputusan dalam respons penambahan kasus di provinsi, kabupaten, dan kota, saya minta melihat data sebaran. Kemudian yang sudah berkali-kali saya sampaikan, terapkan strategi intervensi berbasis lokal, strategi pembatasan berskala lokal, baik tingkat RT, RW, desa, kampung, sehingga penanganan lebih detail dan bisa lebih fokus," sebutnya.