Mudassir: Tidak Salaman Itu Aneh Sekali.

Calon Bupati Barru Fokus Pada Generasi Muda, Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Husnie, otonominews.co.id
Minggu, 13 September 2020 | 20:53 WIB


Calon Bupati Barru Fokus Pada Generasi Muda, Ciptakan Lapangan Pekerjaan
Mudassir Hasri Gani, Calon Bupati Barru (Sulsel)
BARRU (otonominews) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan, penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 harus mengedepankan protokol kesehatan dan keselamatan, di tengah pandemi Covid-1.

Untuk mewujudkan protokol kesehatan dan keselamatan dalam Pilkada, KPU telah menerbitkan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 yang telah diubah dengan PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

Menanggapi hal tersebut, Mudassir Hasri Gani, Calon Bupati Barru mengaku sudah berusaha menjalankan protokol kesehatan dalam setiap kampanye.

"Alhamdulillah kami turut berpartisipasi dalam pencegahan melalui pembagian masker di pasar-pasar karena kesadaran masyarakat masih rendah. Perlu ada edukasi," ujar Mudassir kepada otononominews, Minggu (13/9/2020).

Kedepan, lanjutnya, pihaknya akan membuat konsep yang lebih detail bagaimana kampanye ditengah pandemi Covud-19. Sehingga kita juga bisa membantu pemerintah dengan tidak melanggar aturan protokol kesehatan.

Terkait aturan KPU yang melarang kampanye mengumpulkan massa, dia menegaskan, kampanye yang tepat dari rumah ke rumah dengan tidak mengumpulkan massa.

"Misalkan satu desa kita kumpul satu rumah tetapi tetap kita beri jarak dan setiap kita mengadakan pertemuan itu wajib menggunakan masker, cuci tangan. Kedepan kita sediakan itu hand sanitiser untuk warga," tutu cabup termuda usungan PKB-PPP Provinsi Sulsel itu.

Jadi, katanya, tidak ada lagi kita melakukan kampanye di lapangan besar. Kita memang harus selektif di masa kampanye nanti untuk mengikuti protokol kesehatan.

"Sebelum kita melakukan kegiatan kampanye beberapa jam tim sukses turun untuk mengkondisikan protokol kesehatan.  Jangan ada jabat tangan cukup salam Covid," katanya.

Dia mengakui bahwa di Kabupaten Barru  rasanya tidak afdol jika tidak menjabat tangan. "Tidak salaman itu aneh sekali. Jadi yang bisa kita jamin untuk sementara tetap menggunakan masker dan cuci tangan. Mudah-mudahan kita busa kondisikan untuk tidak salaman," jelasnya.

Ada 1000 masker kita bagikan. Sebelum penetapan kita kunjungi pasar. Kita menyusuri tempat keramaian untuk menyampaikan pentingnya protokol kesehatan.

Menurut Mudassir, di Kabupaten Barru banyak sektor yang perlu dibenahi. Salah satunya sektor tenaga kerja. "Di Barru pengangguran peringkat ke 5 di Sulsel. Setelah lulus SMA atau kuliah anak-anak disini tidak tahu mau kerja apa. 

"Karena memang tidak ada lapangan pekerjaan di Barru yang tersedia. Kebanyakan anak-anak di Barru setelah lulus SMA merantau ke Kalimantan atau Papua untuk menjadi buruh," ungkapnya.

Maka, Mudassir menerangkan, pertama yang harus dibenahi adalah masalah pengangguran, kedua meningkatkan sektor pariwisata. "Barru saya lihat potensi wisatanya sangat besar baik di gunung maupun di laut. Namun penunjang pariwisata masih kurang belum menjadi fokus utama. Bahkan disini ada olahraga paralayang," paparnya.

Dia juga menerangkan, pendapatan masyarakat di Barru sebagian besar dari pertanian dan nelayan. Untuk meningkatkan pendapatan, Mudassir mengatakan perlu memperbaiki investasi dengan mempermudah izin para investor di Barru. Hal ini diharapkan bisa mengurangi pengangguran.

"Kita juga harus fokus pada balai latihan kerja. Karena saat ini kurang dimaksimalkan oleh Pemda. Sehingga ini jadi fokus kami bahwa pembekalan anak-anak muda dengan ketrampilan sehingga dia siap bekerja," ungkapnya.

Lanjutnya, Pemda harus bisa bekerjasama dengan perusahaan untuk bisa menyalurkan tenaga kerja lokal.

"Saya lihat respon masyarakat kepada pemuda sangat bagus. Insya Allah beberapa program kita fokus kepada anak-anak muda karena kita harus siap menyambut pilkada 2020 dengan pro pemuda," pungkasnya.