Penyidik KPK Pandu Hendra Sasmita Meninggal Terpapar Covid-19

Hen, otonominews.co.id
Minggu, 13 September 2020 | 19:35 WIB


Penyidik KPK Pandu Hendra Sasmita Meninggal Terpapar Covid-19
Ilustrasi.(Ist)
 

JAKARTA (Otonominews) ‐ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berduka.
Penyidik KPK Komisaris Polisi (Kompol) Pandu Hendra Sasmita meninggal dunia. Hendra dikabarkan terpapar Covid-19 dan sempat dirawat di RS Polri.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis menyatakan bahwa Hendra sempat sembuh usai dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

"KPK berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya salah satu penyidik terbaiknya Minggu, 13 September 2020 jam 15.03 WIB atas nama Kompol Pandu Hendra Sasmita, SIK yang wafat akibat sakit," kata Ali, Minggu (13/9).

Ali menjelaskan, kasus positif covid-19 di lingkungan KPK ada 69 kasus. Dari jumlah tersebut, 31 orang sudah dinyatakan sembuh dan 38 menjalani isolasi mandiri.

"Kami juga masih menunggu seluruh hasil tes swab terhadap pegawai dan pihak-pihak terkait di lingkungan KPK yang telah dilakukan sejak Senin sampai Jumat, 7-11 September 2020 dengan jumlah peserta 1.901 orang," ungkap Ali.

 Ali mengatakan pada hari ini sudah dilakukan penyemprotan desinfektan di tiga area lokasi, yaitu Gedung Dwiwarna KPK, Gedung KPK C-1, dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pomdam Jaya Guntur. Hal itu dalam rangka mitigasi penularan Covid-19,

"KPK juga mengimbau kepada seluruh pegawai dan pihak-pihak terkait yang berada di lingkungan KPK agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan seperti memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan secara rutin," ucapnya.

 Ali menegaskan penyelesaian perkara tetap dilakukan meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Sebab, kata dia, dalam proses penyidikan berjalan, KPK memerlukan waktu 60 hari terhadap tersangka pemberi dan 120 hari terhadap tersangka penerima untuk merampungkan berkas perkara. Jika melewati jangka waktu tersebut, penyidik harus mengeluarkan tersangka dan tahanan demi hukum

"Hal ini karena menurut ketentuan UU ada batasan waktunya sehingga tentu akan tetap segera diselesaikan tetapi dengan protokol kesehatan ketat, baik itu terhadap saksi dan tersangka yang diperiksa maupun para penyidik KPK," kata Ali Fikri.