Terkait Viralnya Video Calon Bupati Merauke Diduga Menyuap Partai

Perludem: Kasus Mahar Politik Bisa Diusut, Tidak Perlu Ada Laporan

Ar, husnie, otonominews.co.id
Sabtu, 12 September 2020 | 14:14 WIB


Perludem: Kasus Mahar Politik Bisa Diusut, Tidak Perlu Ada Laporan
Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati
JAKARTA (otonominews) - Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan dalam pilkada kadang suka dengar isu-isu uang mahar. Hanya sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya, menguap begitu saja.

"Yang penting adalah ditindak lanjuti karena di undang-undang pilkada ada ketentuan itu. Tidak boleh menjanjikan dengan barang atau uang untuk dicalonkan," ujar Khoirunnisa kepada otonominews, Sabtu (12/9/2020).

Hal itu dikatakan Khoirunnisa menanggapi viralnya video yang diupload di youtube berjudul "NGERI…. CALON BUPATI MERAUKE HENDRIKUS MAHUZE SUAP PKS MILIARAN RUPIAH…."....

"Terkait video yang viral itu bisa diusut siapa yang melakukan dan tidak perlu adanya laporan. Ini merupakan temuan. Pihak berwenang bisa menindak  lanjuti itu.  Sebaiknya tidak ada saling balas berbalas di media, kita tidak dapat kejelasan," katanya.

Dia menjelaskan, dalam UU Pilkada memang ada pidananya. Setelah diproses pihak Bawaslu baru diserahkan ke kepolisian untuk ditindak lanjuti proses hukumnya sampai ke pengadilan. Prosesnya seperti itu kalau pidana pemilu. 

Publik juga punya hak mendapatkan informasi terkait siapa saja yang melakukan punya masalah hukum atau tidak. 

"Kalau ditindak lanjuti bisa dianulir pencalonannya. Tapi kalau hanya berkeliaran di media tidak ada kekuatan hukumnya karena baru viral saja. Makanya penting untuk menindaklanjuti itu," tuturnya.