Antisipasi Dampak PSBB Jakarta

Warga Jakarta Boleh Wisata ke Bogor, Bima Arya: Tapi Disiplin Protokol Kesehatan Ketat

Hen, otonominews.co.id
Sabtu, 12 September 2020 | 12:12 WIB


Warga Jakarta Boleh Wisata ke Bogor, Bima Arya: Tapi Disiplin Protokol Kesehatan Ketat
Walikota Bogor Bima Arya.(ist)
BOGOR (Otonominews) - Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya menilai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total yang bakal diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai dampak positif dan negatif.

Arya Bima mengungkapkan keuntungan bagi warga Kota Bogor dari kebijakan Anies tersebut, kemungkinan penyebaran virus Corona di Bogor menjadi kecil. Sebab, warganya yang bekerja di Ibu Kota akan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Bagi Bogor ada plus minus kalau Jakarta PSBB total," kata Bima Arya dikutip, Sabtu (12/9).

"Banyak warga Bogor yang bekerja di Jakarta kemudian WFH. Sehingga kemungkinan terpapar jadi kecil dan tidak bawa virus dari luar, itu plusnya," papar Bima di Balai Kota Bogor.

Sementara dampak negatifnya, kata Bima Arya, dikhawatirkan bakal terjadi lonjakan wisatawan asal Jakarta akibat PSBB total.

"Ini yang harus kita antisipasi, lonjakan wisatawan warga Jakarta yang mungkin akan ke Bogor karena Jakarta tutup. Nah ini tentu harus kita antispasi," ujarnya.

Bima Arya tak bermaksud untuk menutup warga Jakarta yang hendak berwisata ke Bogor.

Hanya saja ia akan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Dia pun meminta warga Jakarta yang tak memenuhi protokol kesehatan agar tidak masuk ke Kota Bogor.

"Protokol kesehatan ini sudah kita koordinasikan, nanti akan saya umumkan (aturan detailnya). Jadi begitu Jakarta PSBB total kita akan perketat protokol kesehatan," tuturnya.

"Arus masuk tidak mudah untuk dicegat tapi protokol kesehatan sangat mungkin untuk ditegakan. Artinya kalau warga jakarta tidak memenuhi protokol kesehatan gak usah masuk," tegas Bima Arya.

Untuk diketahui, dengan penerapan PSBB total, maka perkantoran di Ibu Kota Jakarta seluruhnya ditutup.

Hanya 11 sektor usaha yang diperbolehkan beroperasi. Itu pun pengoperasiaannya ditekan seminimal mungkin.

Ke-11 sektor usaha yang boleh beroperasi selama Jakarta PSBB total, yaitu kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informatika.

Kemudian sektor keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu.

Terakhir yang boleh beroperasi yakni yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.