Hormati Airlangga Hartarto, Gubernur Anies: PSBB Ketat Tetap Akan Berlaku Mulai 14 September 2020

Husnie, otonominews.co.id
Jumat, 11 September 2020 | 21:28 WIB


Hormati Airlangga Hartarto, Gubernur Anies: PSBB Ketat Tetap Akan Berlaku Mulai 14 September 2020
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
JAKARTA (otonominews) -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji membahas permintaan  Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa 50 persen perkantoran tetap bisa beroperasi saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Airlangga Hartarto mengeluarkan pernyataan tersebut sehari setelah Anies menyatakan Jakarta menarik rem daruat dan kembali memberlakukan PSBB total.

Anies pun mengaku bakal membahas masukan dari Airlangga yang meminta perkantoran tetap dapat beroperasi dengan pembatasan jumlah karyawan yang bekerja dari kantor.
 
"Untuk menghormati permintaan Bapak Menko Perekonomian, sebagai Ketua Komite (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional atau PC-PEN), detail pembatasan terkait dengan perkantoran akan dibahas besok," ujar Anies di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, (11/9/2020).

Anies menegaskan PSBB ketat tetap akan berlaku mulai 14 September 2020. Yang dibahas esok hari adalah soal perbedaan pandangan tentang sistem kerja perkantoran.

"Sesuai rencana Insya Allah mulai Senin (14/9) akan dilakukan pengetatan, dan untuk menghormati permintaan Bapak Menko Perekonomian, sebagai ketua satgas, detail pembatasan terkait dengan perkantoran, akan dibahas besok," kata Anies.

Anies memastikan perkantoran di wilayah ibu kota mulai menerapkan work from home (WFH) mulai Senin (14/9), sejalan dengan keputusan memperketat lagi PSBB Jakarta.

Anies menegaskan, hanya 11 sektor esensial antara lain kesehatan, bahan pangan/ makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informatika, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang boleh tetap berkegiatan di kantor.

Anies mengimbau kegiatan usaha, khususnya perkantoran, berinisiatif dan serius membatasi kegiatan dalam gedung. Pasalnya, interaksi warga Ibu Kota di luar rumah salah satu penyebab lonjakan kasus positif covid-19.

Walau belum dibahas detailnya, namun Anies meminta perusahaan secara mandiri melakukan pembatasan.

"Saya mengimbau kepasa khususnya perkantoran, kegiatan usaha, untuk secara mandiri, secara serius, membatasi kegiatan perkantorannya," ujarnya di Balai Kota DKI.

Ketua Komite PC-PEN Airlangga Hartarto mengeluarkan pernyataan 50 persen perkantoran tetap bisa beroperasi. Walau aturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melarang aktivitas di kantor kawasan zona merah ditambah, 

"Perkembangan di DKI minggu depan kembali PSBB. Namun kami sudah menyampaikan bahwa sebagian besar kegiatan perkantoran melalui flexible working hours sekitar 50% di rumah, dan 50% di kantor," kata Airlangga dalam Rakornas Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis, (10/9/2020).


ARTIKEL TERKAIT