Pilkada Serentak 2020 Protokol Kesehatan

Ketua KPU: Masyarakat Tidak Perlu Takut Datang ke TPS

Hen, otonominews.co.id
Jumat, 07 Agustus 2020 | 09:00 WIB


Ketua KPU: Masyarakat Tidak Perlu Takut Datang ke TPS
Ketua KPU Arief Budiman.(ost)
JAKARTA (Otonominews) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman meminta masyarakat tidak ragu atau khawatir untuk mengikuti jalannya Pilkada Serentak 2020. 

Arief menyampaikan hal itu dalam diskusi daring dengan tema "Potensi Hilangnya Suara Rakyat Akibat Pagebluk", Kamis (6/8).

 Arief memastikan bahwa seluruh tahapan pilkada, seperti proses pemutakhiran data pemilih, proses debat, proses kampanye, hingga pemungutan suara, semuanya dilakukan berdasar protokol kesehatan. 

"Sepanjang semua dipatuhi saya pikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Itu yang nanti akan kita lakukan sosialisasi pada masyarakat," tutur Arief.

Selama proses pemungutan suara Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang, Arief menjelaskan, pihaknya akan memberikan  sarung tangan plastik sekali pakai kepada pemilih untuk digunakan 

Pengaturan ini mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat pemilih menyentuh benda-benda umum di tempat pemungutan suara (TPS).

"Kita lengkapi sarung tangan supaya nanti bersentuhan dengan banyak benda dalam TPS, kemudian terlindungi tangannya," ujarnya.

Ia menekankan bahwa penggunaan sarung tangan ini tetap diberlakukan KPU meski pada saat simulasi pemungutan suara pada 22 Juli lalu, Kementerian Kesehatan memberi masukan agar pemilih tidak perlu memakai sarung tangan. Alasannya, pemilih sudah diwajibkan mencuci tangan saat akan masuk maupun setelah keluar TPS.

Namun, kata Arief, sarung tangan menjadi upaya melindungi pemilih dari potensi penyebaran virus melalui benda-benda yang digunakan secara berulang seperti alat coblos. Kendati demikian, KPU tetap menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk dan keluar TPS.

"Kita tidak tahu selama dalam TPS dia melakukan apa misal menggaruk mata, mengusap hidung mengusap mulut dan lain-lain. Punya potensi juga makanya kami tetap gunakan sarung tangan plastik," kata Arief.

"Saya pikir menjadi tugas bersama kita untuk meyakinkan kepada masyarakat, sepanjang semua menerapkan protokol kesehatan yang ketat tidak ada yang perlu dikhawatirkan," imbuh Arief.

Ia juga mengatakan agar tidak terjadi penumpukan antrean di TPS, penyelenggaraan Pilkada telah dirancang dengan menggunakan skema nomor antrean. 

“Kami juga sudah merancang agar dalam menggunakan hak pilihnya mereka tidak berkerumun," tutupnya.