Ketum TP-PKK Jadikan Amanah Presiden Sebagai Kesempatan Untuk Memantapkan Eksistensi PKK

Mawi, otonominews.co.id
Kamis, 06 Agustus 2020 | 15:53 WIB


Ketum TP-PKK Jadikan Amanah Presiden Sebagai Kesempatan Untuk Memantapkan Eksistensi PKK
Ketua Umum (TP-PKK) Tri Tito Karnavian Launcing Gerakan Sejuta Masker digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong provinsi Bengkulu, Kamis (6/08/2020).
Rejang Lebong, (otonominews) – Di tengah pandemik covid-19, Presiden Joko Widodo memberikan amanah dan perintah secara langsung kepada Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga pusat (TP-PKK) Tri Tito Karnavian agar para pengurus dan kader-kader PKK dapat menjadi mesin penggerak melawan covid-19 di seluruh pelosok tanah air. Ia menuturkan akan menggunakan kesempatan tersebut sebagai kesempatan untuk memantapkan eksistensi PKK sebagai lembaga swadaya masyarakat terbesar di Indonesia untuk optimal membantu pemerintah pusat melaksanakan tugasnya, khususnya sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat.

“Kami juga agak terkejut waktu Bapak Presiden memberikan pengarahan memberikan perintah langsung seperti itu, artinya bahwa PKK sudah diakui di masyarakat dan sebetulnya bukan Indonesia saja tetapi secara Internasional,”tuturnya pada acara Launcing Gerakan Sejuta Masker digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong provinsi Bengkulu, Kamis (6/08/2020).

Pada kesempatan tersebut, Ketum TP-PKK juga mengajak agar para kader dan relawan dapat mematuhi aturan yang sama, penggunaan protokol kesehatan. Sehingga, tidak ada korban terpapar covid-19 dalam pelaksanaan amanah mulia dari Presiden Joko Widodo.

“Para kader harus betul-betul juga menjaga diri, jangan sampai nanti tugas ini malah merugikan diri. Kita harus tahu sekali bagaimana memakai masker yang benar, bagaimana kita memperlakukan orang lain, menjaga jarak dan terus sering mencuci tangan, juga menghindari kerumunan,” tuturnya. 



Adapun, dengan besarnya jumlah keanggotaan yang dimiliki PKK se-Indonesia, diharapkan agar sosialisasi dan gerakan membagi sejuta masker dapat menjangkau masyaralat luas sampai ke tingkat desa.

“Ini potensi bagi kita semua untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, pandemi ini berakibat negatif banyak pada aspek kehidupan kita. Tidak hanya ekonomi, kesehatan, pendidikan, tapi kehidupan kita sehari-hari yang mungkin biasa kita bersalaman, biasa duduk berdekatan, biasa makan sembarangan, saat ini kita tidak bisa melakukannya lagi sehingga di era yang baru, new normal, kebiasaan baru untuk kesehatan kita sendiri, salah satunya adalah memakai masker,” terangnya.


ARTIKEL TERKAIT