Ganjar Pranowo: Empon-empon Jateng dan India Mirip

Jateng dan India Jajaki Kerjasama Investasi Rempah-rempah

Hen, otonominews.co.id
Kamis, 06 Agustus 2020 | 08:34 WIB


Jateng dan India Jajaki Kerjasama Investasi Rempah-rempah
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Dubes India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat bertemu untuk menjajaki kerjasama investasi rempah-rempah.
SEMARANG (Otonominews) - Dalam rangka mengembangkan industri rempah-rempah di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi setempat menjalin kerjasama investasi dengan Pemerintah India.

Gubernur Ganjar Pranowo menuturkan, Pemprov Jawa Tengah bersama India akan menjajaki kerja sama, untuk pengembangan investasi perusahaan rempah. Sebab, kata Ganjar, rempah-rempah kedua negara itu hampir mirip dan rempah-rempah bisa dikembangkan sebagai produk herbal.

 

"Antara India dengan Indonesia, sebenarnya tidak jauh berbeda dalam hal keadaan geografisnya. Bahkan, tanaman rempah-rempah atau empon-emponnya juga tidak jauh berbeda," 

 

Menurutnya, apabila tanaman rempah-rempah Indonesia dan India dikembangkan menjadi sebuah investasi perusahaan obat herbal akan lebih menarik.

Ganjar menjelaskan, dengan mengembangkan produk pertanian herbal ini akan memberikan keuntungan bagi kedua negara. Sehingga, penjajakan investasi pengembangan tanaman herbal perlu dilakukan.

“Kalau pertanian rempah-rempah atau empon-empon bisa kita kembangkan, akan lebih menarik kerja samanya. Sehingga, mungkin akan kita lakukan. India ini tertarik untuk investasi, serta mencari area untuk perusahaan-perusahaannya yang akan masuk ke Jawa Tengah” kata Ganjar, kemarin.

Sementara Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat menambahkan, Jateng merupakan provinsi yang cukup potensial untuk pengembangan bisnis bagi perusahaan di India. Sehingga, perusahaan-perusahaan asal India menganggap Jateng cocok sebagai lokasi berinvestasi.

“Intinya tertarik untuk investasi untuk perusahaan produk, atau spesifiknya medicine company. Jadi, untuk membangun kerja sama antara perusahaan India dengan Indonesia. Khusus yang ada di Jawa Tengah,” ujar Pradeep.

Pradeep berharap, penjajakan investasi dengan Jateng bisa segera direalisasikan. 

"Sehingga, bisa meningkatkan dan menggerakkan roda perekonomian kedua negara," tutupnya.