Presiden Minta Kepala Daerah Kampanyekan Gerakan Masker

Hen, otonominews.co.id
Rabu, 05 Agustus 2020 | 07:29 WIB


Presiden Minta Kepala Daerah Kampanyekan Gerakan Masker
Presiden Joko Widodo instruksikan kampanye gerakan masker..(Ist)
JAKARTA (Otonominews) - Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memprediksi puncak kasus covid-19 baru akan terjadi pada Agustus-September. 

Juru Bicara Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia melalui keterangan tertulis, Selasa (4/8), menyampaikan, Jokowi meminta kepada jajarannya untuk mengampanyekan penggunaan masker selama dua pekan ke depan. 

Untuk itu, kepada kepala daerah juga diminta agar menggencarkan kampanye mengenakan masker kepada warga.

 

"Presiden mendorong seluruh stakeholder dan kepala daerah untuk menggiatkan kampanye penggunaan masker agar menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan secara sadar," 

 

Dengan terus meningkatnya kasus Corona, kata Angkie, Presiden juga telah mengingatkan warga untuk mengenakan masker guna mencegah potensi penyebaran covid-19. 

"Masih tingginya angka warga yang terkena covid-19, menjadi perhatian serius presiden. Adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi bisa dimulai dari penggunaan masker secara masif," katanya.  

Angkie menjelaskan, sebelumnya dalam rapat terbatas tentang Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (3/8), Jokowi meminta jajarannya mengampanyekan penggunaan masker dalam waktu dua pekan ke depan.

Kampanye penggunaan masker itu nantinya dilanjutkan dengan kampanye jaga jarak agar masyarakat benar-benar mengingat bahaya penularan Covid-19.

"Saya ingin fokus saja, mungkin dalam dua minggu kita fokus kampanye pakai masker. Nanti dua minggu berikut kampanye mengenai jaga jarak. Tidak dicampur langsung urusan cuci tangan, jaga jarak, pakai masker," kata Jokowi.

Jokowi ingin kampanye penggunaan masker dan jaga jarak dilakukan secara bergantian agar lebih mudah dipahami masyarakat. Sebab, menurutnya, kepatuhan protokol kesehatan lebih banyak diabaikan masyarakat kelas bawah.

Terpisah, sementara Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menepis penilaian bahwa kampanye ini dinilai hanya ingin mengalihkan isu kegagalan pemerintah dalam menangani dampak pandemi covid-19, baik di sektor kesehatan dan ekonomi.

Doni menjelaskan gerakan kampanye penggunaan masker oleh pemerintah bukannya terlambat, disaat peningkatan kasus sudah tinggi. 

"Tapi masyarakat perlu diingatkan berkali-kali untuk mengenakan masker maupun protokol kesehatan lain, karena masyarakat kerap abai," ucapnya.