Wiku Adisasmito: Tak Ada Yang Bisa Prediksi Akhir Virus Corona

Mawi, otonominews.co.id
Selasa, 04 Agustus 2020 | 18:13 WIB


Wiku Adisasmito:  Tak Ada Yang Bisa Prediksi Akhir Virus Corona
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito
JAKARTA (otonominews) -- Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta agar kekinian masyarakat disiplin dengan protokol kesehatan, karena belum ada ada yang bisa memprediksi kapan pandemi virus corona (Covid-19) berakhir.

Menurut Wiku, ketimbang bertanya kapan pandemi akibat corona berakhir, lebih baik masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker hingga rajin mencuci tangan.

"Jangan tanyakan kapan pandemi akan berakhir, tapi tanyakan pada diri kita kapan bisa disiplin pakai masker jaga jarak dan cuci tangan. Kami yakin Indonesia bisa," kata Wiku saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Wiku juga menyebut penggunaan masker adalah sesuatu yang wajib ketika beraktivitas di luar rumah. Sebab, kata dia, pelindung wajah atau face shield saja tidak cukup untuk mencegah penyebaran virus.

Wiku juga menjelaskan beberapa wabah lain yang pernah terjadi di masa lalu. Durasi dan jumlah kematian akibat pandemi berbeda-beda.

Dia mengungkapkan, pernah ada pandemi yang berlangsung selama 43 tahun di masa silam. "Wabah the modern plague kurang lebih 10 juta kematian dan berlangsung 43 tahun, 1860-1903," kata Wiku.

Selain itu, sambungnya, pandemi Black Death yang berlangsung selama 16 tahun pada tahun 1334-1350. Jumlah kematian mencapai 30 hingga 50 juta jiwa

Ada pula pandemi yang cenderung singkat, yakni Russian Flu yang berlangsung hanya selama setahun pada 1889-1890. Angka kematian kurang lebih mencapai 1 juta jiwa.

Flu Spanyol termasuk wabah yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Ada 50-100 juta orang meninggal dunia akibat wabah tersebut yang berlangsung pada tahun 1918-1919.

"Pandemi virus corona sendiri sejauh ini telah menyebabkan 693.713 orang meninggal dunia di berbagai belahan dunia. Ada 18.278.448 orang di muka bumi yang positif terinfeksi," paparnya.

Sedangkan angka kematian Covid-19 di Indonesia per 3 Agustus 2020, lanjutnya, sebesar 4,68 persen. Data ini dihimpun dari perkembangan Covid-19 per 3 harian

"Dari angka ini memang bukan termasuk kabar yang menggembirakan, karena angka kematian tersebut masih di atas angka kematian global, yaitu 3,79 persen," jelas Wiku

Dia menegaskan, virus Sars-Cov2 penyebab Covid-19 ini belum ditemukan obatnya. Para peneliti di seluruh dunia tengah bekerja keras untuk menemukan vaksin atau obat yang bisa mengatasi pandemi.

"Virus ini Sars-Cov2 sangat berbahaya dan sangat ganas. Untuk itu kalau ada yang bertanya kapan pandemi ini berakhir, lebih baik kita bertanya kapan diri kita bisa disiplin, pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan," tegasnya.


ARTIKEL TERKAIT