Geopark Nasional Maros Pangkep Bakal Jadi Kandidat UNESCO Global

Iksan, otonominews.co.id
Senin, 03 Agustus 2020 | 12:44 WIB


Geopark Nasional Maros Pangkep Bakal Jadi Kandidat UNESCO Global
Hutan Karst Seluas Ribuan Hektare/Foto-Instagram @visit_sulsel
MAKASSAR, (otonominews.co.id) -- Tidak lama lagi destinasi wisata Geopark Maros Pangkep bakal bergabung dengan Global Geopark UNESCO. Hal ini setelah Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO dan Kemendikbud atas nama Pemerintah RI, Resmi mengirimkan surat permohonan ke Global Geopark UNESCO.

Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Harian KNIU Kemendikbud RI, Prof Arief Rachman itu ditujukan langsung kepada Sekretaris International Geoscience and Geoparks Programme (IGGP) UNESCO di Paris, Prancis.

Hal tersebut disampaikan General Manager Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan, bahwa dirinya bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengirimkan pengajuan untuk keanggotaan Geopark Maros Pangkep dalam Global Geopark UNESCO. Bahkan kata dia, berkas yang telah dipersiapkan sudah memenuhi syarat dan dapat dikirimkan ke Sekeretariat UNESCO.

Dedy Irfan juga mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dadi pihak yang telah

Menurutnya, Itu tidak lepas dari pihak yang telah mendukung penuh kerja-kerja Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep. Seperti diketahui, Geopark Maros Pangkep telah diinisiasi sejak tahun 2015 silam oleh para stakeholder yang didalam nya terdiri dari para pemangku kepentingan kawasan, diantaranya Alumni Geologi Unhas, Dept Geologi Unhas, Dept Arkeologi, Dept kehutanan, Penggiat Lingkungan dan Karst, Unhas, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Balai Pelestarian Cagar Budaya, serta Komunitas Pecinta Alam & Gua.

"Ini kabar baik bagi seluruh pihak yang memiliki peran penting dalam terciptanya Geopark Nasional Maros Pangkep, dan menambah semangat untuk terus bersinergi dengan pihak pemerintah, baik dari tingkat pusat maupun daerah,” katanya.

Keberhasilan pengajuan ke UNESCO itu, jelas Dedy, tidak lepas dari pasca ditetapkannya Geopark Maros Pangkep sebagai Geopark Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia pada November 2017 dan kemudian ditetapkan oleh Gubernur melalui SK Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep.

“Badan Pengelola Geopark Nasional Maros Pangkep dan stakeholder secara aktif berkoordinasi melakukan sosialisasi, melaksanakan event kegiatan, dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, community based tourism, ekonomi berkelanjutan, edukasi dan konservasi di kawasan Maros dan Pangkep,” ungkapnya.

Dukungan Penuh juga disampaikan oleh Dr Syamsu Rijal selaku Tenaga Ahli bidang Kehutanan dan Ekowisata TGUPP Sulsel yang sebelumnya memimpin proses rapat Koordinasi. Dukungan penuh Pemprov Sulsel dituangkan melalui Surat Gubernur Sulsel yang ditandatangani oleh Prof Nurdin Abdullah, Nomor 556/4664 Disbudpar, perihal Usulan Geopark Nasional Maros Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark.

Dukungan Serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Denny Irawan Saardi, bahwa pihaknya telah melalui tahap pra pengusulan dengan mengirim self assessment oleh tim BP Geopark.

"Penguatan surat Gubernur tersebut ditujukan kepada Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) tentang Usulan Geopark Nasional Maros Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark, yang ditindaklanjuti oleh Pemerintah Pusat melalui Surat Dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia untuk selanjutnya diajukan ke Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU),” jelasnya.

Dedy juga menyebutkan dalam surat dengan nomor 66600/A6/KS/2020, Ketua Harian KNIU Kemendikbud RI, Prof Arief Rachman, mengirimkan perihal Niat Maros Pangkep National Geopark, Indonesia untuk bergabung dengan Global Geopark UNESCO.

“Tahun ini, melalui Komisi Nasional indonesia Untuk UNESCO, Kemendikbud, mengirimkan berkas Maros Pangkep National Geopark untuk Surat Dukungan ke Global Geopark UNESCO. Pada prinsipnya, KNIU Kemendikbud, mendukung Maros Pangkep National Geopark sebagai kandidat untuk menjadi anggota baru Geopark Global UNESCO,” isi surat berbahasa Inggris itu.

Selain itu, saat ini Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep telah intens melakukan koordinasi, komunikasi dengan para pihak terkait dalam kawasan, pemerintah pusat dan daerah dalam mempersiapkan dokumen pengajuan yang diperlukan.

Selain itu, Unhas sebagai Institusi Pendidikan yang selama ini terlibat sejak awal, memberikan dukungan terkait data penelitian dan keilmuan terkait kawasan.

Diketahui, kawasan Geopark Nasional Maros Pangkep yang geositenya tersebar di daratan Maros pangkep sampai kepulauan Spermonde itu, harus melengkapi persyaratan baik itu infrastruktur dan promosi Geopark Maros Pangkep sebelum proses Assesment oleh Assesor UNESCO pada Mei Tahun 2021 mendatang.