Mahfudz: Presiden Jokowi Curhat Kangen Dikritik Fahri Hamzah

Husnie, otonominews.co.id
Rabu, 22 Juli 2020 | 17:09 WIB


Mahfudz: Presiden Jokowi Curhat Kangen Dikritik Fahri Hamzah
Pertemuan petinggi Partai Gelora dengan Presiden Jokowi

 JAKARTA, (otonominews) -- Pertemuan satu jam petinggi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin (20/7) berlangsung santai dan serius. 

Demikian diungkap Sekretaris Jendral Gelora, Mahfudz Siddiq pembicaraan pihaknya dengan mantan wali kota Solo itu. Awalnya Jokowi 'curhat' berat badannya turun 3 kilogram selama penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

Dalam kesempatan itu Ketua Umum Gelora, Anis Matta memperkenalkan jajaran pengurus pusat Partai Gelora ke Jokowi. Bahkan, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi dan Fahri Hamzah disebut saling melemparkan pujian dan candaan.

Jokowi juga menyinggung Wakil Ketua Umum Gelora, Fahri Hamzah  terlihat lebih gemuk setelah jarang membicarakan politik seperti saat masih menjadi wakil ketua DPR.

"Cerita santai aja sambil menikmati wedang jahe yang disuguhin. Presiden bicara berat badannya turun 3 kilo. Presiden juga cerita kangen dengan kritikan kerasnya Pak Fahri, dan Presiden juga tanyakan Fahri tambah gemuk sekarang," ungkap Mahfudz menirukan ucapan Jokowi, Rabu (22/7/2020).

Diketahui, Fahri Hamzah vokal mengkritik pemerintah terutama ketika duduk di Senayan sebagai anggota Dewan. Fahri Hamzah menjabat Wakil Ketua DPR 2014-2019.

Dalam kesempatan itu, kata Mahfudz, Fahri mencoba menjelaskan mengapa berat badannya naik ke Jokowi. Fahri mengaku sudah kembali berstatus sebagai warga biasa dan sedang mencoba berbisnis.

"Kata Pak Fahri, dia sekarang lebih banyak belajar bisnis, karena sudah nggak di politik, ya jadi berupaya happy sebagai warga negara biasa. Jadi warga biasa lebih happy. Dan sepertinya banyak warga yang nambah berat badannya gara-gara lockdown. Tapi pak presiden justru turun berat badannya," ujar Mahfudz menirukan ucapan Fahri.

Dalam pertemuan itu, Ketum Anies Matta  menyampaikan kepada Presiden tentang Partai Gelora riwayat kemunculan, pendirian dan sekarang kondisi kepengurusan.

"Partai Gelora juga menyampaikan beberapa saran ke pemerintah tentang penanganan informasi  tentang pandemi corona (Covid-19), di sana," terangnya.

Presiden, ungkapnya, banyak cerita tentang bagaimana kesulitan, dan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam penanganan Covid. "Karena buat Presiden, problem manajemen krisis ini dialami oleh semua negara," terang Mahfudz.


ARTIKEL TERKAIT