Word Bank Umumkan Status Indonesia Upper Middle Income

Jokowi: Indonesia Berpeluang Besar Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

Hen, otonominews.co.id
Minggu, 05 Juli 2020 | 09:39 WIB


Jokowi: Indonesia Berpeluang Besar Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Ilustrasi.(Ist)

JAKARTA (Otonominews) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi. Saat ini Indonesia sudah masuk dalam kategori negara berpenghasilan menengah ke atas.

Dikutip dari akun Instagram resminya Jokowi menyebutkan, ditengah suasana pandemi Covid-19 yang mendera hampir seluruh negara, mengancam kesehatan dan perekonomian dunia, terselip kabar baik untuk Indonesia.

Jokowi menyampaikan, pada 1 Juli 2020 lalu, Bank Dunia mengumumkan bahwa pendapatan nasional bruto (gross national income) per kapita Indonesia naik dari posisi sebelumnya $3.840 menjadi $4.050.

"Dalam laporan Bank Dunia tanggal 1 Juli 2020 kemarin, status Indonesia telah naik dari lower middle income country menjadi upper middle income. Dari negara dengan gross national income per kapita $3.840 menjadi $4.050," kata Presiden, Sabtu (3/7).

"Indonesia kini dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah atas, dari sebelumnya negara berpenghasilan menengah bawah," sambungnya.

Menurut Presiden, pencapaian itu bukanlah hal yang mudah. Banyak negara dunia ketiga yang sudah puluhan tahun, bahkan mendekati satu abad, hanya berhenti sebagai negara berpenghasilan menengah, atau terjebak pada middle income trap.

"Kenaikan status ini harus kita syukuri, sekaligus kita perlakukan sebagai peluang. Peluang agar Indonesia bisa terus maju, melakukan lompatan kemajuan, agar kita berhasil menjadi negara berpenghasilan tinggi dan keluar dari middle income trap," kata Jokowi.

 

"Apakah kita mempunyai peluang untuk keluar dari middle income trap? Ya, kita punya potensi dan peluang besar untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, tentu dengan sejumlah prasyarat," 

 

Prasyarat yang dimaksud, Presiden menerangkan, diantaranya yaitu infrastruktur yang efisien yang mulai dibangun oleh pemerintah, dan cara kerja cepat yang kompetitif dan berorientasi pada hasil. 

"Untuk itu, perlu diupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, produktif, inovatif, dan kompetitif," tegasnya.