Berstatus ASN, Bawaslu Kabupaten Merauke Undang Hendrikus Mahuse

Frida Fodju, otonominews.co.id
Selasa, 30 Juni 2020 | 12:47 WIB


Berstatus ASN, Bawaslu Kabupaten Merauke Undang Hendrikus Mahuse
Bawaslu Kabupaten Merauke, klarifikasi terhadap balonbup dan bacawabup

MERAUKE (otonominews) -  Di tengah pandemi Covid-19 saat ini,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada  9 Desember 2020 di seluruh Tanah Air. Tentunya pelaksanaannya dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Kabupaten Merauke, Papua merupakan salah satu daerah yang akan menghelat pilkada serentak 2020.

Para calon bupati (cabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Merauke  sudah muncul nama-nama yang dijagokan untuk ikut bertarung dalam pilkada tersebut.
Badan Pengawas Pemilihan Umum  (Bawaslu) Kabupaten Merauke, Senin (29/6) melakukan klarifikasi terhadap balonbup dan bacawabup dengan memasang baliho atau spanduk.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Merauke telah mengklarifikasi balonbup Merauke Sunarjo SSos dan  balonbup Timotius Suka Indiken SPd serta Ridwan SSos, MPd. Dari hasil klarifikas, mereka masih berstatus aparat sipil negara (ASN).

Untuk itu, Bawaslu Kabupaten Merauke pada hari yang sama  mengundang balonbup Hendrikus Mahuse SSos, MSi. Tepat pukul 09.20 WIT, Hendrikus tiba di Kantor Bawaslu, Jalan Angkasa, Nomor 11, Kelapa Lima dan langsung klarifikasi. Hendrikus Mahuse ditrima dua Komisaris Bawaslu Kabupaten Meraukr, yakni YM Felix Tethol SIP dan Drs Xaverius Wonmut MHum.

Dari hasil klarifikasi, balonbup Merauke Hendrikus Mahuse menyatakan bahwa memang benar kalau dirinya masih berstatus ASN. 

"Saya masih menerima hak-hak sebagai ASN dan siap maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Merauke tahun 2020,"kata Hendrikus di Kantor Bawaslu Kabupaten Merauke.

Ia menambahkan, sebagai calon bupati dirinya sambut baik dengan adanya baliho atau spanduk yang dilakukan Bawaslu setempat. Hal ini menurutnya bertujuan agar masyarakat tahu kalau dirinya akan maju pada pemilihan bupati dan wakil bupati Merauke nanti.

Pada kesempatan yang sama, Bawaslu setempat mempertanyakan langsung kepada calbup Hendrikus Mahuse terkait dirinya masih berstatus sebagai ASN.

"Apakah Anda maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Merauke  2020 sudah diketahui atasan (pimpinan) dan bagaimana untuk mengundurkan diri dari ASN," tanya Bawaslu kepada Hendrikus.

Namun Hendrikus menegaskan bahwa dirinya maju dalam pemilihan kepala daerah sudah diketahui atasannya. Bakan kata dia, dirinya sudah dipanggil Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke.

"Untuk pengunduran saya akan mundur sebagai ASN apabila sudah terdaftar dan sudah ditetapkan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Merauke 2020,"terang Hendrikus.

Dengan adanya undangan dari Bawaslu, Hendrikus berterimakasih karena sudah diingatkan Bawaslu dalam rambu-rambu pemilihan kepala daerah.

"Saya berharap Bawaslu Kabupaten Merauke dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada balonbup dan bacawabup Merauke yang maju dan memberikan tindakan tegas apabila melanggar aturan," katanya.



ARTIKEL TERKAIT