Wakil Walikota: Masyarakat Kota Jayapura Belum Sadar Masker

Frida Fodju, otonominews.co.id
Senin, 29 Juni 2020 | 09:38 WIB


Wakil Walikota: Masyarakat Kota Jayapura Belum Sadar Masker
Wakil Walikota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM

JAYAPURA (otonominews) - Salah satu cara mencegah dan menekan penyebaran virus corona (Covid-19) dengan menggunakan masker. Di kota Jayapura diatur dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 19 tahun 2020 tentang Penggunaan Masker. 

Pada Bab IV tentang Hak dan Kewajiban Pasal 5 Ayat 2, yakni setiap orang yang melakukan kegiatan di luar rumah wajib menggunakan masker. Bila tidak menggunakan masker maka akan dikenakan sanksi administrasi teguran tertulis, kerja sosial seperti bersihkan fasilitas atau sarana umum dan denda sebesar Rp50 ribu.

Untuk itu, Pemerintah Kota Jayapura, Papua resmi mengeluarkan perwal tersebut sejak, Selasa (26/6). Hal ini dimaksud agar warga masyarakat mau peduli kesehatan selama dimasa pandemi Covid -19.

Namun sayangnya, dengan diberlakukannya perwal tersebut banyak warga yang cuek keluar rumah tanpa menggunakan masker.
Pantauan otonomi news di lapangan, Senin, (29/6) masih banyak warga masyarakat belum sadar masker.

"Kalau pakai masker tra (tidak) enak skali karena kurang bebas bernapas, apalagi kalau tong blanja trus penjualnya seperti kurang dengar k," kata Mefi kepada otonominews dengan logat Papuanya yang kental di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua saat jalan pagi.

Sejak perwal dikeluarkan banyak terlihat warga masyarakat Jayapura cuek menggunakan masker, baik terlihat di jalan-jalan maupun saat warga berkendara roda dua maupun roda empat.

Sebelumnya, Wakil Walikota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid 19 kota Jayapura mengatakan, tingkat kesadaran warga belum maksimal berkaitan dengan penggunaan masker.

Rustam berharap semakin hari pelanggaran semakin menurun tetapi faktanya, sweeping hari kedua masih masih ditemukan warga yang melakukan aktifitas di luar rumah tanpa menggunakan masker.

“Masih ada yang belum tertib, belum disiplin, belum sadar. Hari pertama sweeping masih banyak masyarakat tidak memakai masker,” ujarnya.

Dia berharap dengan langkah yang dilakukan ini bisa menambah kesadaran warga kita untuk hari-hari kedepannya supaya lebih tertib, lebih disiplin menggunakan masker.

Rustam Saru mengatakan bahwa selama satu minggu sejak dikeluarkan perwal akan dilakukan sosialisasi di masyarakat. Peraturan ini juga menurut Rustam bukan saja kepada warga, namun juga diperuntukan  kepada pelaku usaha di Kota Jayapura.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota menyampaikan terima kasih kepada warga kota Jayapura yang sudah tertib memakai masker, diharapkannya dengan dilakukannya sweeping tersebut kedepannya kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menggunakan masker.

"Kepada masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker, diberikan sanksi dengan membuat pernyataan tidak mengulangi lagi, sanksi sosial menggunakan rompi bertuliskan OKB (orang kepala batu) dan melakukan kerja bakti di tempat yang sudah ditentukan," pungkasnya.

Berikut jumlah kasus Covid -19 di Jayapura hingga 27 Juni, yakni positif 1.670, sembuh 297, meninggal 7.



ARTIKEL TERKAIT