Guna menekan penyebaran Covid-19

Kapolda Sulsel: Polri Tidak Boleh Tinggal Diam, Disiplinkan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Husnie, otonominews.co.id
Sabtu, 27 Juni 2020 | 16:57 WIB


Kapolda Sulsel: Polri Tidak Boleh Tinggal Diam, Disiplinkan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs. Mas Guntur Laupe

MAKASSAR (otonominews) -- Kapolda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Drs. Mas Guntur Laupe  mengingatkan warga dan para pengusaha tempat yang di peruntukkan untuk publik seperi Cafe, Warkop dan tempat lainnya   untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 saat menjalankan usahanya .

"Saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Dari data yang ada, masih banyak yang terpapar. Makanya, kita tidak boleh tinggal diam, kita harus mendisiplinkan masyarakat agar terhindar dari pandemi Covid 19 ini," ucap Kapolda Sulsel, dalam keterangan persnya, Sabtu (27/6/2020).

Guntur menerangkan personel gabungan Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar akan secara rutin menggelar patroli dialogis. Sasarannya adalah tempat-tempat keramaian, termasuk warkop dan kafe.

Oleh sebab itu, lanjut Kapolda,  Personil Gabungan Polda Sulsel, Brimob Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar akan secara rutin menggelar Patroli dialogis percepatan penanganan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan menyasar Cafe, Warkop dan tempat – tempat lainnya  yang di peruntukkan untuk publik tersebut

Semalam, Guntur menyebut pihaknya sudah mengerahkan 750 personel kepolisian. Dalam menjalankan patroli, aparat tidak sebatas melakukan tindakan, tapi juga melakukan edukasi. Pihaknya akan laksanakan Patroli Dialogis dengan Sasaran yaitu Cafe atau tempat berkumpul banyak orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan. 

Pihaknya juga memberi imbauan dan bahkan melaksanakan tindakan, minimal teguran atau juga bisa berupa sanksi bagi pengelola, yang sebelumnya telah berjanji terapkan protokol kesehatan  pada tempat usahanya.

"Semua itu kita lakukan dengan harapan kita akan putuskan mata rantai perkembangan Covid-19 di Sulsel khususnya di Makassar,” tegas Kapolda Sulsel.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, kehadiran Polri untuk mengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan tersebut.

"Bukan semata-mata untuk penegakan hukum, namun melakukan pendekatan humanis dan persuasif agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan memutus rantai penyebaran virus Covid-19," tuturnya.

Polri, lanjutnya, akan mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis kepada masyarakat, bagaimana mengedukasi masyarakat agar bisa disiplin dalam hal standar protokol kesehatan.

Ibrahim menegaskan bahwa Polda Sulsel dan Polres jajaran tetap terus berupaya untuk mengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di lokasi-lokasi wisata, Pusat Perbelanjaan maupun tempat-tempat keramaian lainnya yang kini mulai dibuka.

"Polda Sulsel dalam mengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, menerapkan Pola Pre Emtif yaitu memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat baik secara langsung maupun melalui media dan medsos," terang Ibrahim.

Selain itu, lanjutnya, Polda Sulsel juga menerapkan Pola Preventif yaitu memberikan pendampingan pada area-area publik untuk menyusun SOP aktivitas publik dengan standart cegah Covid-19 dan penjagaan dan pengawasan aktivitas masyarakat pada area publik tersebut seperti pada cafe-cafe, tempat-,adah, dan tempat belanja.

“Kami juga melakukan tindakan-tindakan dan himbauan langsung untuk membubarkan area publik yang tidak memenuhi protokol kesehatan tersebut,”  imbuh mantan Kabid Humas Polda Sulut itu.



ARTIKEL TERKAIT