Dosen Unhas Diminta Ikut Rapid Test

Prof Dwia: Jangan Ditolak, Kalau Positif Bukan Aib

Mawi, otonominews.co.id
Kamis, 25 Juni 2020 | 10:19 WIB


Prof Dwia: Jangan Ditolak, Kalau Positif Bukan Aib
Penyerahan 4.000 alat rapid test dan alat kelengkapan penanganan Covid-19

MAKASSAR, (otonominews) -- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menyerahkan 4.000 alat rapid test dan juga alat kelengkapan penanganan Covid-19 lainnya ke Universitas Hasanuddin, Rabu malam, (24/6/2020). Alat ini akan digunakan untuk test Covid ke tenaga pendidik dan pegawai. 

Sebelumnya dinyatakan oleh Rektor Unhas, Prof. Dwia Aries bahwa telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 2.000 orang. Ditemukan 37 reaktif rapid test, kemudian dilanjutkan swab, hasilnya 25 dinyatakan positif Covid-19.

Ia pun mengajak civitas akademik untuk bersedia melakukan rapid test yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi dan Gugus Tugas Sulsel. 

"Rapid test itu bukan sesuatu yang harus ditolak. Kalau pun positif, itu bukan aib. Jadi kan ini resisten penolakan-penolakan. Makanya kemarin 2.000 tenaga pendidikan dan pegawai kita test masif," kata Dwia. 

Upaya ini dilakukan termasuk ingin menunjukkan ke masyarakat, untuk memutuskan mata rantai penularan. "Kalau kita mau memutuskan mata rantai penularan ini, maka kita bersihkan dulu lingkungan institusi kita terdekat, rumah kita, lembaga kita," ujarnya. 

Mereka yang bersedia mengikuti test ini ibarat menjadi pahlawan bagi keluarga, komunitas dan lingkungannya. 

"Saya bilang sama teman-teman, yang sekarang bahaya itu OTG. Kalau OTG merasa tidak apa-apa, berhubungan sama keluarga atau teman yang ada penyakit lain, atau usianya sudah tua, dia yang membawa musibah ke temannya," bebernya. 

Dwia juga mengapresiasi upaya Pemprov dan Gugus Tugas untuk memfasilitasi pemeriksaan dan alat pemeriksaan Covid-19.

"Untuk Unhas hari ini kita juga berikan. Dan itulah wujud daripada sinergi yang sudah kita bangun bersama. Kami harap, kolaborasi yang dibuat ini kita bisa cepat memutus rantai penularannya," kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. 



ARTIKEL TERKAIT