Lokasi Pengabdian Masyarakat Program Nasional 

Fory Naway: Desa Biluhu Tengah, Pilot Project Wisata Literasi di Kabupaten Gorontalo

Hen, otonominews.co.id
Rabu, 24 Juni 2020 | 22:50 WIB


Fory Naway: Desa Biluhu Tengah, Pilot Project Wisata Literasi di Kabupaten Gorontalo
Dr. Fory Naway, M.Pd, dalam kegiatan Sosialisasi program kerja pengabdian pada masyarakat tentang pendampingan tata kelola layanan perpustakaan keliling berbasis kawasan teluk tomini, Selasa (23/06/2020).  

LIMBOTO (Otonominews) - Desa Bilihu tengah kecamatan Bilihu Kabupaten Gorontalo merupakan desa pilihan  wilayah  yang memang sesuai dengan program nasional untuk pengabdian masyarakat dan tahun ini lebih pada daerah teluk tomini atau pesisir pantai. 

“Jadi, saya mengambil tema dengan konsep bagaimana perpustakaan ini bisa berdampak positif kepada seluruh masyarakat,” Kata Bunda Baca Kabupaten Gorontalo Dr. Fory Naway, M.Pd, dalam kegiatan Sosialisasi program kerja pengabdian pada masyarakat tentang pendampingan tata kelola layanan perpustakaan keliling berbasis kawasan teluk tomini, Selasa (23/06/2020).  

Kegiatan ini digagas atas kerjasama Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dengan pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui dinas perpustakaan dan kearsipan daerah. 

Lanjut Fory Naway, saat ini angka putus sekolahnya masih tinggi diwilayah ini. Jadi, program UNG dari lembaga pengabdian masyarakat memilih Desa Biluhu Tengah sebagai lokasi pelatihan khusus pengabdian masyarakat. 

 

"Dengan konsep perpustakaan keliling ini mencakupi tiga dusun dan itu akan dibantu dengan mobil pintar/ mobil perpustakaan,” 

 

Fory yang juga ketua dosen pengabdian masyarakat itu menjelaskan, nantinya disetiap dusun akan dibuat zona-zona edukasi untuk wisata literasi.

Wisata literasi ini menurut Fory Naway, akan menjadi pilot project yang dibina oleh UNG dan bermitra dengan dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Gorontalo.  

“Linknya ke pusat, karena ini program Nasional. Perpustakaan Nasional memberi bantuan soal  buku  sesuai dengan pesisir- pesisir yang dibantu termasuk pesisir pantai dan referensinya lebih banyak pada masalah perikanan atau tata cara nelayan. Bagaimana cara penangkapannya, jenis ikan termasuk memilih kualitas ikan baik untuk  intelektual pertumbuhan anak dan lain-lain,” jelas Fory Naway.

Istri Bupati Gorontalo itu menambahkan,  perpustakaan keliling ini sasaranya membudidayakan  membaca bagi masyarakat.  Baik literasi didalamnya berupa, baca,  menulis dan bercerita.  

Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo itu menuturkan, pihaknya telah mengklaster kerjasama dengan pemerintah desa rencana kedepan pembangunan perpustakaan untuk kelas PAUD. Tepatnya dihalaman kantor desa akan dibangun pendopo khusus ruang baca yang namanya perpustakaan taman berbbasis desa (Pustamandes) khsusu wilayah teluk tomini. 

“Dan ini akan menjadi contoh semua bagi kecamatan bilihu dan imbasnya Kecamatan Batudaa Pantai,” Terang Fory Naway. 

Kemudian rencana kedepan juga,  masyarakat disini akan di kalster. Misalnya  kelas PAUD, SD, SMP dan SMA hingga kelas masyarakat  putus sekolah.  “ Yang putus sekolah itu akan kami siapkan ke PKBM melalui paket A,B dan C dan ini akan dikerjasamakan dengan satgas yang sudag dibentuk melalui bunda baca kecamatan dan desa yang melekat di ketua PKK desa dan kecamatan, “ Tutur Fory.

Bunda baca di tingkat desa dan kecamatan harus diberdayakan dengan potensi dan menggalang lagi satgas-satgas relawan litersi. “ Satgas ini Kami memilih para alumni dari UNG yang sudah berdomisili  di desa ini dan mereka jadi mitra bunda baca desa dan kecamatan untuk membantu aktivitas persiapan wisata literasi yang ada  di desa bilulu tengah ini,” Tukasnya  

Selanjutnya disamping meningkatkan kompetensi dan pengetahuan juga skill pemahaman dari masyarakat juga lebih pembiasaan setiap minggu mereka ada kegiatan olah raga pantai tapi sambil belajar.  “ Disitu ada pengklasteran untuk kelas PAUD dengan cerita –cerita dongeng. Anak –anak memang harus ada pembiasaan untuk mendengar cerita lalu diurai dalam bentuk tulisan dan itu sudah pada kelas SD. Kelas SMP sudah mulai meriset mini dan nanti model yang ada di jepang itu model riset kikigaki namanya. Bagaimana anak-anak bisa melakukan pengamatan kecil lalu dia tulis dalam bentuk cerita dan itu akan difasilitasi UNG melalui buku. Kami tuangkan dalam satu buku sebagai cerita anak yang memang benar-benar diberi ruang untuk bercerita dalam bentuk karya tulis, “ Tandasnya.