Kasus Corona di Jatim Tembus 10 Ribu

Menkes Terawan: Perlu Strategi Baru Mengurangi Jumlah Penularan Virus Corona

Husnie, otonominews.co.id
Rabu, 24 Juni 2020 | 19:26 WIB


Menkes Terawan: Perlu Strategi Baru  Mengurangi Jumlah Penularan Virus Corona
Menkes Terawan Agus Putranto

SURABAYA (otonominews) -- Angka kasus positif virus corona (Covid-19) di Jawa Timur terus melonjak, saat ini telah tembus hingga angka sepuluh ribu setiap harinya. Melihat jumlah penularan virus corona di Jawa Timur terus meningkat, 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sampai turun tangan. Menurutnya perlu strategi baru untuk mengurangi jumlah penularan virus corona dengan cara mengurai pokok permasalahan yang menyebabkan angka kasus positif virus corona di Jawa Timur terus melonjak.

"Saya akan mengurai apa pokok persoalannya. Kalau karena protokol kesehatan, ya protokol kesehatannya harus terus didisiplinkan. Supaya bisa mengurangi angka tertular. Dan itu sangat penting preventif promotif dari protokol kesehatan," ujar Terawan saat meninjau RSU dr Soetomo Surabaya, Rabu (24/6/2020).

Saat ini, kata Terawan, protokol kesehatan  menjadi hal yang begitu penting dalam mencegah penyebaran wabah virus Corona. Ia berharap penerapan protokol kesehatan dengan baik bisa menjadi bagian dari budaya masyarakat dalam menjalani setiap aktivitas.

"Protokol kesehatan itu harus sudah menjadi istilahnya budaya dan harus melekat di hati sanubari penduduk, di kala melaksanakan protokol kesehatan baik di lingkungan dia tinggal, di lingkungan bekerja, di rumah sakit juga harus protokol kesehatan," katanya.

Menurutnya, apabila pokok permasalahan itu bersumber dari protokol kesehatan yang kurang ditaati oleh masyarakat, maka pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut. Sehingga protokol kesehatan tersebut bisa diterapkan dengan baik oleh warga.

Terawan mengatakan kunci memutus rantai penularan Covid-19 adalah pencegahan. Pencegahan itu bisa dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

"Kuncinya tetap harus menjaga imunitas, selain disiplin dalam protokol kesehatan, harus jaga supaya imun kita baik. Caranya imun kita baik ya tetap semangat. Kan harus tetap sehat," ujarnya.

Terawan melanjutkan, komunikasi secara intensif dengan daerah juga terus dilakukan dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Komunikasi secara intensif dilakukan agar langkah-langkah yang dilakukan di daerah, sejalan dengan apa yang diupayakan pemerintah pusat.

"Kita bersama-sama bekerja keras dan terus berkomunikasi antara daerah dengan pusat. Sehingga kami tahu apa sih kesulitannya sehingga tidak salah dalam penerapannya. Itulah yang paling penting supaya sinkronisasi semua hal yang kita rencanakan cocok dengan kebutuhan dan keperluan daerah," tukasnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional dihimpun pada Selasa (23/6/2020) kemarin, tercatat jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Jawa Timur tercatat sebanyak 10.115. Jumlah itu membuat kasus positif di Jatim hanya selisih 135 dari DKI Jakarta.

Sementara itu, berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, kasus kumulatif corona di provinsi ini mencapai 10.092. Dari jumlah itu 6.115 pasien masih dirawat, 753 pasien meninggal dunia dan 2.995 pasien lainnya dinyatakan sembuh.

Meski angka pasien positif di Surabaya terus meningkat, bukan berarti harus menerapkan PSBB. Menurut Terawan PSBB bukan satu-satunya cara untuk bisa memutus rantai penyebaran Covid-19.

Pemerintah, kata dia bisa melakukan hal lain dengan cara mendisiplinkan masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan kesehatan di mana pun dan kapan pun mereka berada.

"Tinggal didiskusikan aja teknik-teknik apa yang bisa membuat kasus di Surabaya ini bisa mereda, bisa turun. Terutama kasus kematiannya bisa turun, bahkan kalau bisa zero," jelasnya.



ARTIKEL TERKAIT