Walikota Samarinda: Test Swab di Bandara Warga Bayar Rp1,8 Juta, Belum Biaya Tiket Pesawat

Husnie, otonominews.co.id
Rabu, 24 Juni 2020 | 18:19 WIB


Walikota Samarinda: Test Swab di Bandara Warga Bayar Rp1,8 Juta, Belum Biaya Tiket Pesawat
Walikota Samarinda, Syaharie Jaang

SAMARINDA, (otonominews) -- Pengelola Bandara APT Pranoto Samarinda akan menyediakan fasilitas laboratorium untuk test Polymerase Chain Reaction (PCR) atau test swab, pada Agustus 2020 nanti. Tes swab ini untuk mendeteksi penumpang yang tertular virus corona disease (Covid-19).

Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, mengapresiasi langkah Bandara APT Pranoto yang telah bekerjasama dengan Emera Group untuk mewujudkan fasilitas laboratorium tersebut. Menurut Syaharie Jaang, saat ini alat pendeteksi virus dengan tingkat akurasi yang mendekati sempurna.

"Dengan harga yang murah sangat dibutuhkan warga yang ingin berpergian keluar daerah, baik melalui jalur udara maupun air. Walaupun di Samarinda juga sudah ada alat tes swab, tapi sayangnya tidak murah,” ujar Syaharie Jaang di rumah Jabatan Walikota, Selasa (23/6/2020), 
 
Wali Kota Samarinda dua periode ini menyatakan untuk melakukan test swab yang berbayar tadi warga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp1,8 juta. Belum lagi ditambah biaya tiket pesawat.

“Bisa jadi harga tesnya lebih besar dari pada ongkos tiket pesawatnya,” ujar Syaharie Jaang didampingi Sekretaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin.

Oleh itu, ia menyambut baik apabila fasilitas laboratorium PCR milik Emera Group bekerjasama dengan Bandara APT Pranoto nanti sudah tersedia. Setidaknya bisa membantu penumpang pesawat untuk melakukan tes swab dengan harga terjangkau.

Langkah tadi menurut Syaharie Jaang sesuai dengan misi dan visi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda dalam menangani penanggulangan penyebaran virus Covid-19 di Kota Tepian.

“Jujur saya pribadi juga tidak mau lengah dengan kondisi sekarang. Hingga hari ini melalui Dinas Kesehatan Samarinda, kami terus melakukan swab massal dengan target kelompok masyarakat tertentu, termasuk diantaranya aktivitas keluar masuk di pelabuhan. Karena apabila semua warga yang masuk ke Samarinda terindikasi negatif efeknya kita enak untuk menjual pariwisata di kota ini,” ujar Syaharie Jaang. 

Lewat presentasinya, Kepala Bandara APT Pranoto, Dody Dharma Cahyadi, operasional alat ini merupakan kerjasama antara perusahaan asal Singapore, Hemera Internasional Group.

“Fasilitas ini kerjasama antara Laboratorium Bio Sewoom asal Korea dan perusahaan LG Internasional di bawah Emera Group, tujuannya untuk mempercepat penanggulangan penyebaran Covid-19 melalui penumpang yang keluar masuk melalui bandara,” ujar  Dody.

Dody juga menjelaskan, untuk mewujudkan fasilitas tadi investasi yang digelontorkan Emera Group untuk membangun laboratorium di Bandara APT Pranoto tidak sedikit, yakni mencapai Rp75 Milyar dengan luas ruangan yang dibutuhkan sebesar 460 meter. Jika terwujud, maka dalam sehari pihak laboratorium bandara bisa melakukan test uji sampel kepada 4.000 penumpang pesawat terbang.

“Banyak keuntungan apabila fasilitas ini sudah tersedia, pertama harga terjangkau bagi penumpang, hanya membayar di bawah Rp1 juta. Maka sudah mendapat hasil sampel test swab dengan tingkat keakuratan diagnosa mencapai 99 persen. Keuntungan kedua, kecepatan akurasi hasil tes laboratorium hanya membutuhkan waktu 30 menit sampai 1 jam,” kata Dodi.



ARTIKEL TERKAIT