Kedepankan Sikap Arif Bijaksana

Dukung Kebijakan Arab Saudi, PBNU: Jamaah Haji di Indonesia agar berbesar hati

Husnie, otonominews.co.id
Rabu, 24 Juni 2020 | 09:32 WIB


Dukung Kebijakan Arab Saudi, PBNU: Jamaah Haji di Indonesia agar berbesar hati
Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini

JAKARTA (otonominews) -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi kebijakan pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang membatasi jumlah ibadah haji 1441 Hijriyah tahun ini. PBNU sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu menilai kebijakan Kerajaan Arab Saudi sudah tepat dalam rangka meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di tanah arab itu.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini mengatakan, keputusan tersebut tentu berdasarkan analisis, telaah, dan kajian yang mendalam dengan banyak pertimbangan. Salah satunya tentang kesehatan dan pandemi Covid-19 yang sedang dialami oleh lebih dari 215 negara di dunia. 

"Kami mendukung upaya pemerintah Saudi yang membatasi jumlah jamaah haji tersebut sebagai bagian dari upaya kita secara global untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona," ujat Helmy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2020).

Karena itu, menurut dia, PBNU memahami apa yang menjadi keputusan pemerintah Arab Saudi tersebut. Dia juga menyampaikan kepada jamaah Haji di Indonesia agar berbesar hati dan mengedepankan sikap arif bijaksana dalam memahami keputusan ini.

“Kami juga menyampaikan kepada jemaah Haji di Indonesia agar berbesar hati dan mengedepankan sikap arif bijaksana dalam memahami keputusan ini. Kami sangat meyakini bahwa masyarakat Indonesia juga dapat memahami keputusan tersebut,” ucapnya.

Helmy menegaskan, PBNU mendukung upaya pemerintah Saudi yang membatasi jumlah jamaah haji tersebut sebagai bagian dari upaya global untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.  

"Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari segala hal yang sedang kita alami bersama, terutama yang secara khusus terkait dengan pandemi seperti saat ini," kata Helmy.

Pada Selasa (23/6), Pemerintah Arab Saudi tetap menggelar pelaksanaan ibadah haji tahun ini dengan jumlah terbatas, yaitu jamaah dari berbagai macam negara yang sudah berada di Arab Saudi. Pelaksanaan ibadah haji tersebut dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah protokol kesehatan termasuk di dalamnya adalah menjaga jarak alias phyisical distancing.

Kantor Berita Negara Arab Saudi melaporkan, keputusan itu diambil sehubungan dengan meningkatnya kasus Covid-19 di seluruh dunia, kurangnya vaksin dan kesulitan menjaga jarak sosial di antara sejumlah besar pengunjung Masjidil Haram yang datang dari luar negeri.

Sebelumnya, Arab Saudi telah membuka lockdown selama 74 hari pada Ahad (21/6). Sejumlah sektor perekonomian seperti pertokoan, perkantoran, masjid, kafe, restoran, dan bioskop telah diizinkan beroperasi. Saat lockdown diberlakukan pada Maret 2020 lalu, Makkah adalah satu-satunya provinsi yang ditutup 24 jam selama Ramadhan dan tetap berada di bawah jam malam sejak Idul Fitri dari pukul 15.00 hingga 06.00. 

Pada bulan yang sama, Arab Saudi juga menutup akses penerbangan internasional dan mengimbau umat Muslim menunda persiapan haji karena kekhawatiran penularan Covid-19. Hal yang sama juga diberlakukan untuk umrah. Pada tahun lalu ibadah haji diikuti 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia. 

Arab Saudi menerima pemasukan negara sebesar US$12 miliar (Rp169,9 triliun, kurs Rp14.122/dolar) setiap tahun dari ibadah haji dan umrah. Keputusan menggelar haji dalam jumlah terbatas pada tahun ini dilakukan saat Arab Saudi sedang berjuang menangani penyebaran Covid-19 yang jumlahnya telah mencapai 160 ribu kasus positif dengan 1.300 kematian.

“Keputusan ini diambil untuk memastikan pelaksanaan haji dilakukan dengan cara yang aman dari perspektif kesehatan masyarakat sambil mengamati semua tindakan pencegahan dan protokol jaga jarak yang diperlukan untuk melindungi manusia dari risiko yang terkait dengan pandemi ini, dan sesuai dengan ajaran Islam dalam melestarikan kehidupan manusia,” berdasarkan pernyataan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.



ARTIKEL TERKAIT