Terjunkan 2.000 ASN Awasi Pelaksanaan PSBB

Anies: Pengawas PSBB Transisi Bukan Untuk Menindak Tapi Bangun Kebiasaan Baru

Husnie, otonominews.co.id
Rabu, 24 Juni 2020 | 06:12 WIB


Anies: Pengawas PSBB Transisi Bukan Untuk Menindak Tapi Bangun Kebiasaan Baru
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 petugas pengawas dan penegak PSBB

JAKARTA (otonominews) -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai petugas pengawasan dan penindakan kegiatan masyarakat selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif. 

Anies Baswedan mengatakan jumlah tersebut tidak sebanding dengan total penduduk DKI sebanyak 11 juta orang. Namun kata Anies, tujuan pengawasan tersebut bukan hanya untuk penindakan saja tapi untuk membawa warga Jakarta untuk kebiasaan baru. 

Dia percaya para ASN bisa menjadi garda terdepan sebagai pengingat protokol kesehatan kepada masyarakat. Nantinya, kata Anies, tugas yang diemban para ASN tersebut akan sangat menentukan keselamatan seluruh masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Yang harus ditegakkan bukan semata-mata untuk menegakkan aturan tapi untuk melindungi dan untuk keselamatan seluruh masyarakat. Karena itu, saya minta semua tujuannya bukan saja untuk menindak tapi yang lebih jauh lagi adalah membangun kebiasaan baru," jelas Anies pada upacara penyematan tanda slempang lengan petugas pengawas dan penegak PSBB masa transisi di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6). 

Mereka yang bertugas nantinya akan mengawasi lokasi-lokasi dengan intensitas kegiatan masyarakat lumayan tinggi. Tempat-tempat tersebut seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah makan, pertokoan, hotel, bandara, terminal, pelabuhan. Juga tempat hiburan, tempat wisata hingga pusat pelayanan kesehatan.

"Jadi, saya minta kepada Bapak/Ibu, datangi tempat-tempat di mana efek kedatangan bapak/ibu semua akan berdampak besar. Di mana? Di tempat-tempat terjadi kegiatan masyarakat dengan intensitas tinggi. Datangi, tertibkan, rapikan, sehingga yang nanti belajar bukan hanya yang ditegur, tapi semua yang menyaksikan ikut belajar dan tersadarkan," ungkapnya.

Menurutnya, masa transisi ini merupakan pembelajaran bagi seluruh masyarakat untuk belajar kebiasaan baru yakni dengan memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan hingga rutin mencuci tangan.

"Nampaknya sederhana tapi kalau kita refleksikan dari kita sendiri belum tentu kalau habis rapat cuci tangan, belum tentu kalau masuk rumah cuci tangan, belum tentu masuk kantor cuci tangan. Ini semua harus dibiasakan," kata Anies. 

Anies mengatakan 2.000 anak buahnya tersebut akan membantu petugas Satpol PP, agar pengawasan terhadap pelaksanaan PSBB bisa lebih dipatuhi oleh masyarakat. Petugas tersebut akan disebar ke tempat-tempat strategis. Petugas akan menegur hingga mendisiplinkan warga yang melanggar aturan PSBB.



ARTIKEL TERKAIT