Penumpang Gelap di Balik RUU HIP

Iwan Satriawan: Pemerintah dan DPR Seperti Sengaja Mencuri Momen Di Malam Hari

Husnie, otonominews.co.id
Jumat, 19 Juni 2020 | 10:27 WIB


Iwan Satriawan:  Pemerintah dan DPR Seperti Sengaja Mencuri Momen Di Malam Hari
Peneliti Pusat Kajian Konstitusi dan Pemerintahan, UMY, Iwan Satriawan
JAKARTA (otonominews) -- RUU HIP adalah RUU kesekian yang seakan dibuat dan diproses di ruang gelap seperti halnya RUU Omnibus Law, RUU Revisi UU MK,  RUU Minerba. Kenapa dikatakan dibuat dan diproses di ruang gelap?  Minimal karena 2 alasan,  pertama,  di tingkat drafting banyak pihak yang merasa tidak dilibatkan dan tahu-tahu draft nya sudah masuk DPR.  

Kedua,  RUU HIP yang merupakan inisiatif DPR  dan lainnya itu kemudian dipaksakan dan dikebut pembahasannya di tengah banyak orang sedang menderita dan tidak punya kemampuan mengawal perdebatan RUU tersebut karena sedang menghadapi wabah corona. 

"Pemerintah dan DPR seperti sengaja mencuri momen di malam hari ketika banyak orang tidur lelap atau sedang bermimpi besok Indonesia menjadi negara hebat di bawah rezim ini," ujar Peneliti Pusat Kajian Konstitusi dan Pemerintahan, UMY, Iwan Satriawan, Jumat (19/6/2020).

Singkat cerita, paparnya, Pemerintah dan DPR,  kalau dalam drama, seperti makhluk asing yang berbeda dengan makhluk kebanyakan di bumi Indonesia ini.  

"Mengapa dikatakan demikian?  Jawabannya karena mereka mengerjakan sesuatu yang tidak diperlukan secara prioritas oleh rakyat yang memilih dan apalagi yang beroposisi terhadapnya," tuturnya.

Iwan menjelaskan, pemilu yang mahal seakan hanya melahirkan wakil dan pemerintahan yang terasing dari rakyatnya. Teorinya mereka wakil rakyat,  tetapi faktanya mereka seperti datang dari planet lain. 

"Misalnya, rakyat belum minta pindah ibukota, malah buat ibukota baru.  Rakyat minta harga minyak turun, tapi ndak didengar, Pancasila sudah jelas, tetapi malah dibuat tidak jelas. Bahkan direduksi maknanya," tukasnya.

Dia mempertanyakan,  ini semua agenda siapa?  RUU HIP tiba-tiba muncul dan mencoba mereduksi kesepakatan politik yang telah dibuat oleh the founding fathers dan ditegaskan oleh MPR di sidang terakhir bahwa Pembukaan UUD 1945 tidak akan diamandemen karena itu adalah sejarah penting lahirnya bangsa ini dan dengan itulah kita menjadi sebuah bangsa yang utuh. 

"Ini agenda siapa? Yang jelas itu bukan agenda rakyat yang sedang menderita menghadapi corona dan berbagai ulah para pemimpinnya," tegasnya.

"Oleh karena itu, rakyat perlu kritis dan cerdas membaca siapa sebenarnya "penumpang gelap" RUU HIP" ini. Selamat mencari dan beraksi. Mari Selamatkan Reformasi yang Sedang Dikorupsi!" pungkasnya.


ARTIKEL TERKAIT