Jateng Persiapan New Normal, Ganjar: Tiap Daerah Berpedoman pada Kurva Kasus Covid-19

Hen, otonominews.co.id
Sabtu, 13 Juni 2020 | 09:38 WIB


Jateng Persiapan New Normal, Ganjar: Tiap Daerah Berpedoman pada Kurva Kasus Covid-19
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.(Ist)

SEMARANG (Otonominews) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan penerapan instruksi adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengingatkan, meskipun sudah menandatangani instruksi persiapan new normal tersebut, namun penerapannya tetap berpedoman pada kurva kasus COVID-19 di setiap daerah. 

“Kita sekarang menyiapkan satu proses bagaimana konteks kemarin bencana non-alam, maka sekarang pemulihan, bahasa populernya itulah normal baru (new normal). Tapi yang dibutuhkan normanya dulu. Sudah saya tanda tangani (instruksi) mudah-mudahan nanti bisa dibagi ke seluruh kabupaten/kota sehingga sektornya nanti bisa menyesuaikan,” kata Ganjar di kantornya, Jumat (12/6).

Ia menjelaskan, secara umum instruksi tersebut berisi tentang protokol kesehatan dan aturan-aturan yang wajib dilakukan selama new normal. Untuk penerapannya di berbagai sektor wajib berpedoman dengan epidemiologi masing-masing daerah, apakah zona hijau, kuning, atau merah.

 

"Kalau merah tidak boleh (new normal), kuning siap-siap, hijau silakan (new normal). Di kabupaten/kota ada gugus tugas maka komunikasi dengan bupati/wali kota menjadi penting,"

 

T"persiapan backup  seandainya skenario tidak bagus maka kembali ke posisi semula, bahasa Pak Presiden jangan sampai ada gelombang kedua," jelasnya.

Dimasa normal pun, kata Ganjar, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan. 

Khusus untuk daerah zona merah, ia menegaskan, dilarang menerapkan new normal, hingga kurva kasus Corona sudah landai. Daerah yang notabene masih dalam grafik yang tinggi maka tidak boleh memikirkan penerapan new normal.

"Lihat perkembangan, misal Semarang harus lebih ketat lagi, Temanggung lebih ketat lagi, jangan ngomong normal baru dulu, kita bicara bereskan soal grafik tidak naik dulu," katanya.

Diakuinya di Jawa Tengah ada beberapa daerah yang sudah melandai penurunan terkait COVID-19, seperti Kebumen, Kota Tegal dan Rembang.o

"Tapi kalau bisa tidak hanya melandai, melainkan sampai melantai. Dan ini harus konsisten selama 14 hari tidak ada penambahan. Kalau itu terjadi, monggo saja (new normal)," ucapnya.

Ganjar menambahkan, daerah zona hijau Corona seperti Kebumen, Rembang dan Kota Tegal bisa menjadi contoh penanganan Corona. Dia pun menyarankan kebijakan yang baik bisa diaplikasikan dengan penyesuaian sesuai kondisi masing-masing daerah.

"Iya tentu saja orang boleh contoh tapi situasi kan beda tiap daerah. Misal daerah tidak banyak migrasi atau pendatang bagaimana, yang sudah laksanakan baik-baik bisa berbagi antar bupati/wali kota, bagaimana menanganinya," ujarnya.