Menjaga Pilkada Korona

Mawi, otonominews.co.id
Rabu, 10 Juni 2020 | 17:24 WIB


Menjaga Pilkada Korona
Prof. Dr. Drs. H. Djohermansyah Djohan, MA
Oleh: Prof. Dr. Drs. H. Djohermansyah Djohan, MA *)

JAKARTA (otonominews) -- Lewat perppu pilkada Desember 2020 sudah ketok palu.
DPR menyatakan setuju.
Meskipun DPD menolak, itu tak menghalangi KPU.
Pakar dan watch dog pemilu telah pula lantang berseru.
Pendapat umum seperti biasa terbelah tiga, ada yang tidak setuju, setuju, dan ragu-ragu.

Biaya pilkada tak pasti tersedia di kas pemda yang telah terkuras buat perangi virus korona.
Tapi, pemerintah kukuh tak mau menunda pilkada ke tahun muka.
Bahkan, dana dari APBN yang sudah "berdarah-darah" rencana akan dikucurkan sekian trilyun rupiah.
Memang kalau pemerintah sudah punya mau, apa mau dikata?
Apa lagi dukungan kuat parlemen sudah diterima.

Sisanya tinggal kecanggihan dan kepiawaian kawan-kawan KPU supaya pilkada aman tak ada korban jiwa, tertib dan teratur prosedurnya, peserta yang berlaga gembira, dan pemilih tidak was-was ke bilik suara.
Apa bila ada apa-apa, KPU yang independen harus berani angkat suara.

Mari sama-sama kita jaga pilkada yang nota bene milik kita semua untuk memajukan demokrasi lokal di Indonesia.

Jakarta, 10 Juni 2020

*) Guru Besar IPDN, Dirjen Otonomi Daerah 2010-2014, Presiden i-Otda


ARTIKEL TERKAIT