Prof Yusran: Pemkot Makassar Gunakan Influencer Kampanyekan Bersahabat Dengan Covid-19

Mawi, otonominews.co.id
Kamis, 21 Mei 2020 | 10:48 WIB


Prof Yusran: Pemkot Makassar Gunakan Influencer Kampanyekan Bersahabat Dengan Covid-19
Pj Wali Kota Makassar Prof Dr Yusran Yusuf


MAKASSAR, (otonominews) -- Pj Wali Kota Makassar Prof Dr Yusran Yusuf mengatakan bahwa, jika masalah pandemi  corona (Covid-19) sampai dibiarkan berlarut larut akan berakibat terpuruk nya perbankan. 

"Sekarang saya fokus terhadap pemulihan ekonomi, mulai di bidang perbankan. Bagaimana para pengusaha masuk ke perbankan untuk bersinergi sama-sama membangkitkan kota Makassar," ujar Yusran kepada otonominews melalui sambungan telepon, Kamis (21/5/2020).

Menurut Prof. Yusran, penanganan kesehatan itu penting tidak perlu diabaikan, tapi juga harus membahas perbaikan ekonomi. Sebab itu, ia menggunakan para Influencer untuk mengkampanyekan bersahabat dengan Covid-19. 

"Artinya kita beradaptasi jangan polanya seperti ini kita terkurung di rumah tidak ada aktifitas," terang Prof. Yusran.

Yusran mengungkapkan, ada 11 orang yang terpapar positif virus corona (Covid-19) di Kecamatan Pulau Sanhkarrang. Mereka terpapar berasal dari Klaster Santri Pesantren Temboro,  merupakan warga di Pulau Kodingareng Keke.

Maka, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar melaksanakan rapid test massal berbasis RT-RW bekerjasama dengan Marinir, Satpol PP. 

"Saya juga mengumumkan bagi warga yang berbicara langsung bahwa dia punya gejala atau bersentuhan dengan pasien Covid kita berikan reward. Kita tanggung kehidupannya selama dikarantina sehingga dia tidak ada beban ketika diisolasi," terang Prof Yusran.

Saat ini, Pemkot Kota Makassar melaksanakan jemput bola ke tingkat RT-RW bekerjasama dengan Babinsa, Kamtibmas dan para kader kesehatan. Selain itu bekerjasama juga dengan KKM perguruan tinggi untuk sama-sama melakukan edukasi di level masyarakat paling bawah.

"Secara umum kalau dilihat trend nya terjadi penurunan baik yang meninggal maupun yang positif. Namun terakhir reaktif corona meningkat karena kita melakukan rapid test massal," kata Yusran.

Jadi, lanjutnya, pihaknya harus proaktif mencari masyarakat yang kemungkinan terpapar melalui rapid test berbasis RT RW
Kalau itu ditemukan, menurutnya, hal itu bagus sehingga bisa memperkecil penyebaran.

Selain itu, jelas Yusran, pihaknya juga sedang melakukan penataan tempat parkir di kantor walikota. Mobil yang masuk dibatasi sehingga tidak terlihat semrawut. Tujuannya untuk bisa dijadikan percontohan. 

Tak hanya itu, beberapa titik trotoar di Makassar juga menjadi fokus perhatian Prof Yusran, utamanya trotoar yang berada di sepanjang jalan Nusantara. Menurutnya, trotoar itu membutuhkan pembenahan agar nyaman dan aman bagi pejalan kaki.

Taman juga menjadi perhatian Pj Wali Kota Yusran. Menurutnya taman bisa menjadi paru – paru kota sekaligus memiliki nilai estetika yang dapat memperindah kota. Selain itu, taman juga dapat berfungsi sebagai daerah resapan air hujan, dan penyaring atau filter udara dan ruang terbuka hijau, di tengah polusi udara perkotaan yang kotor.

Pihaknya juga sudah menggelar rapid test massal bagi para penjaga pasar, pedagang-pedagang pasar. Kemudian ojol, tukang parkir dan menyusul penjaga mal. 

"Supaya semua pelayan publik yang ada di pasar bisa kita steril kan. Kita bisa menggaransi masyarakat kita terjamin, saudara kita yang diluar lebih kecil karena kita sudah identifikasi semua. Kita bisa isolasi yang di hotel maupun yang mandiri," terangnya.

Di Makassar, terangnya, ada 18 pasar induk. Ada yang kategori reaktif itulah yang diisolasi dulu. Lalu tujuh hari kemudian di swab. "Jadi belum positif juga kalau dia Covid," tuturnya.

Sejauh ini, Satgas mencari yang reaktif agar tidak bisa menyebar lagi apalagi misalnya, pedagang kalau dia positif bisa menyebar ke pelanggan. "Makanya kita fokus kepada sarana-sarana publik dahulu," katanya.

Yusran mengimbau masyarakat jika keluar rumah wajib mengikuti protokoler kesehatan, pakai masker rajin mencuci tangan, kemudian menghindari kerumunan atau menjaga jarak.

"Kalau itu bisa dilakukan silahkan saja beraktifitas yang produktif sepanjang bisa melakukan protokoler kesehatan," kata Yusran.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Pemkot di Makassar sudah melakukan penanganan sosial sehingga banyak sekali partisipasi para pengusaha melakukan aksi sosial ke masyarakat. 

"Kami juga mendapat support dari tim gugus tugas provinsi yang sangat aktif menyalurkan bantuan kepada yang berhak menerima. Jika ada masyarakat yang belum menerima kita perintahkan satgas untuk menyalurkannya. Alhamdulillah tidak ada lagi keluhan keluhan yang masuk," pungkasnya.


ARTIKEL TERKAIT